PNA Aceh Timur Perkuat Konsolidasi
Jajaran pimpinan, kader, dan simpatisan Partai Nasional Aceh (PNA) di Kabupaten Aceh Timur, mengikuti rapat evaluasi dan konsolidasi
Ketua DPW PNA Aceh Timur, Muslim Hasballah menegaskan, sebagai partai yang lahir akibat konflik di Aceh, PNA akan komit untuk memperjuangkan hak-hak korban konflik di Aceh. Dalam kaitan itu, kata Muslim, pihaknya konsisten untuk mempersiapkan para caleg dari seluruh unsur di masyarakat, mulai dari eks TNA (mantan kombatan GAM), pengusaha, perempuan, ulama, dan tokoh dari berbagai latar belakang profesi lainnya.
“Unsur-unsur ini akan menjadi pilar untuk membangun PNA menjadi partai yang memiliki sistem politik dan demokrasi yang baik. Juga menjadi partai yang aspiratif dan bercita-cita membangun kembali kejayaan dan semangat keacehan,” kata mantan bupati Aceh Timur ini kepada Serambi usai rapat tersebut.
Eks kombatan GAM jebolan Libya ini menyatakan, DPW PNA Aceh Timur mempersiapkan 40 caleg terbaik untuk DPRK Aceh Timur dan 6 caleg terbaik untuk DPRA. Dari semua caleg tersebut, kata dia, akan diprioritaskan kepada unsur perempuan sebanyak 30%. Sistem rekrutmen dan seleksi internal sudah diatur dalam peraturan partai. “Semua sudah ada mekanisme yang demokratis, terbuka, dan mengedepankan musyawarah,” ujarnya.
Dalam rapat ini DPW PNA melaksanakan proses persiapan seleksi para caleg untuk DPRK Aceh Timur. Dari puluhan nama yang sudah mendaftar, akan diseleksi oleh tim seleksi yang terdiri dari unsur DPW dan unsur DPP.
Wasekjen DPP-PNA, Mohd Jully Fuady dalam kesempatan itu memaparkan, sebagai partai politik baru, PNA lebih fokus pada konsolidasi dan kaderisasi internal. “Kami sedang membangun sistem berpartai yang tertib dan adil dan juga ingin membangun pola pendidikan dan pengembangan kapasitas kader baik nantinya yang akan diberi tugas di parlemen atau jabatan publik lainnya,” katanya.
Selain itu, sebut Jully, PNA juga sedang mengevaluasi struktur partai mulai dari DPW sampai ke tingkat gampong. “Ini pondasi untuk kemajuan partai dan juga untuk rakyat. Dengan doa korban, janda konflik, dan anak yatim yang sampai saat ini masih belum terpenuhi haknya, Insya Allah cita-cita ini akan terwujud,” pungkas advokat ini.(yuh)