A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Air PDAM Macet, Pelanggan Kesal - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Serambi Indonesia

Air PDAM Macet, Pelanggan Kesal

Selasa, 26 Maret 2013 10:43 WIB
* Bayar Listrik Naik karena Harus Gunakan Mesin Pompa Air

BANDA ACEH - Sejumlah pelanggan PDAM Tirta Daroy Banda Aceh kecewa dan kesal karena tidak lancarnya suplai air bersih, bahkan sering macet total. Beberapa pelanggan PDAM Tirta Daroy mengaku berang terhadap pelayanan perusahaan daerah milik Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh tersebut.

Kekesalan terhadap macetnya suplai air bersih dari PDAM disampaikan seorang pelanggan bernama Ayu, warga Gampong Kramat, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, kepada Serambi, Senin (25/3). Menurutnya, suplai air PDAM tak pernah lancar.

“Air kan kebutuhan vital. Tapi setiap jam 8 pagi, jam 6 atau jam 7 sore, suplai air dari PDAM selalu kosong alias macet total selama beberapa jam. Padahal, pada jam-jam tersebut kebutuhan pemakaian air tinggi,” tandasnya.

Untuk dapat menikmati air bersih dari PDAM, tambahnya, ia terpaksa menggunakan bantuan mesin pompa air setiap hari. Akibat penggunaan mesin pompa air setiap hari untuk mendapatkan air PDAM, tentu membuat pengeluarannya semakin banyak.

“Seharusnya biaya bayar listrik setiap bulan tidak terlalu banyak jika suplai air PDAM lancar. Tapi selama ini bayar listrik jadi banyak, karena setiap hari dipakai untuk menyedot air PDAM,” tukas Ayu.

Ia menambahkan, dirinya harus pandai-pandai mengatur dan menyetok air untuk kebutuhan keluarga. Selain itu, Ayu juga mengatakan kondisi air PDAM sering keruh dan berpasir jika musim hujan.

Kekesalan dan kekecewaan yang sama diutarakan Kemal, warga Gampong Mulia. Ia adalah pelanggan PDAM. Namun kini ia lebih memilih menggunakan air sumur karena suplai air yang tidak lancar. “Setiap kali saya buka meteran air, air tidak pernah keluar atau mengalir. Jadi, sudah malas berharap dari PDAM itu. Saya pakai air sumur saja,” ujar Kemal.(n)

Sedang Perbaiki Pipa

KEPALA Bagian (Kabag) Transmisi dan Distribusi PDAM Tirta Daroy, Mukhlis yang ditanyai tentang kekecewaan pelanggan, mengatkaan saat ini pihaknya sedang melakukan perbaikan pipa di empat titik yaitu, Gampong Mulia, Lamdingin, Lampulo, dan Ulee Lheue. “Kerusakan pipa disebabkan pengerjaan proyek drainase dan galian telkom. Karena pipa rusak, suplai air menjadi tidak lancar,” katanya kepada Serambi, kemarin.

Ia menjelaskan, jika listrik padam, pihaknya harus menggunakan genset sebagai tenaga pengganti. Namun, tambahnya, proses ini membutuhkan waktu 15 menit untuk start ke semua operator. Padamnya listrik membuat pipa terisi berangin, sehingga pihaknya harus membuka dulu pentilan-pentilan pipa, dan ini memakan waktu hingga satu hari.(n)

Tertibkan Pencurian Air

SEMANTARA itu, kemarin, petugas PDAM Tirta Daroy melakukan penertiban terhadap pemakaian air secara ilegal di tiga titik, yaitu kawasan Merduati, Luengbata, dan Lambaro Skep. Menurut Kabag Hubungan Langganan PDAM Tirta Daroy, Drs H Maimun MD MSi, warga yang jaringan pipanya dipotong tidak komplain karena mengakui kesalahannya.

“Kami memberlakukan sanksi kepada pelaku. Jika mereka ingin memasang kembali pipanya, maka kepada warga yang tercatat sebagai pelanggan dikenakan tarif tertinggi yang pernah dibayar x 12 bulan. Sedangkan untuk yang bukan pelanggan, sanksinya berupa denda seharga 90 kubik air x 12 bulan,” terangnya.

Di sisi lain, Direktur Administrasi dan Keuangan, Azhari SE mengimbau warga yang belum tercatat sebagai pelanggan tapi sudah menikmati air PDAM, untuk segera mendaftar. Biaya pemasangan pipa baru sebesar Rp 850 ribu. Namun, katanya, banyak warga mengeluhkan dan menilai tarif tersebut terlalu tinggi.

Terkait masih adanya warga di Banda Aceh yang belum bisa menikmati air PDAM, Azhari mengatakan, kawasan tersebut seperti Kecamatan Mauraxa, belum tersambung jaringan pipa PDAM. Pihaknya harus melakukan penyesuaian antara pipa PDAM dengan pipa bantuan NGO yang sudah dibangun di kawasan tersebut.(n)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas