A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

KPK akan Periksa Tiga Mantan Bupati di Aceh - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Serambi Indonesia

KPK akan Periksa Tiga Mantan Bupati di Aceh

Rabu, 27 Maret 2013 18:38 WIB
Laporan Yuswardi Mustafa | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap tiga mantan bupati di wilayah Aceh. Pemeriksaan itu terkait dengan kasus dugaan suap alokasi Dana Percepatan infrastruktur Daerah (DPID).

Ketiganya yang akan diperiksa untuk tersangka Haris Surahman ini adalah, mantan Wakil Bupati Aceh Besar Anwar Ahmad, mantan Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar, dan mantan Bupati Pidie Jaya, Gade Salam.

"Ketiganya akan diperiksa untuk tersangka HAS (Haris Andi Surahman)," ujar Kepala Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Selasa (26/3/2013).

Pada kasus ini, KPK telah menjerat mantan politisi PAN Wa Ode Nurhayati yang telah divonis bersalah melakukan tindakan korupsi dan pencucian uang dalam pengalokasian DPID dengan dijatuhi hukuman penjara enam tahun dan denda Rp 500 juta karena menerima hadiah uang Rp 6,25 miliar dari Haris Andi Surahman yang berasal dari Fadh El Fouz sebagai fee untuk memproses DPID di kabupaten Bener Meriah, Aceh Besar dan Pidie Jaya.

Selain Wa Ode, dalam perkara ini hakim juga telah memutuskan mantan Ketua MKGR Fadh El Fouz atau Fadh A Rafiq divonis bersalah dengan hukuman penjara 2 tahun 6 bulan dan denda Rp 50 juta.

Sementara itu, Haris sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 22 November 2012 dengan dugaan melanggar Pasal 5 Ayat (1) Huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah pada UU Nomor  20/2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang pemberi hadiah kepada penyelenggara negara.
Editor: jalimin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
170294 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas