Rabu, 10 Juni 2026

Jepang Bantu Petani Aceh

Pemerintah dan masyarakat Jepang siap membantu pengembangan sektor pertanian di Aceh dengan cara investasi teknologi

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Jepang Bantu Petani Aceh
SERAMBI/M ANSHAR
Pengunjung menggunakan yukada (pakaian tradisional Jepang sejenis kimono) yang disewakan Rp 25.000 untuk sekali foto pada Festival Kebudayaan Jepang (Bunkasai) di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Rabu (27/3). Festival sehari yang dibuka untuk umum tersebut digelar beberapa kegiatan antara lain, konsultasi pendidikan di Jepang, lomba membaca Hiragana dan Katakana, origami, dan bazar makanan Jepang.
BANDA ACEH - Pemerintah dan masyarakat Jepang siap membantu pengembangan sektor pertanian di Aceh dengan cara investasi teknologi. Bantuan yang akan diberikan itu menggunakan model people to people atau dari orang ke orang. Dengan model kerja sama seperti itu memungkinkan petani Aceh bisa langsung berinteraksi bisnis dengan petani Jepang, demikian juga nelayan Aceh dengan nelayan Jepang.

“Dengan model people to people, Jepang akan mengirim tenaga ahli dan memberikan beberapa bibit komoditas pertanian kepada petani Aceh. Hasil pertanian itu nanti akan diekspor ke Jepang dan petani di sana siap menampungnya,” jelas Konsul Jenderal (Konjen) Jepang di Medan, Yuji Hamada saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Desa Manyang PA, Ingin Jaya, Aceh Besar, Rabu (27/3) siang.

Kedatangan Yuji Hamada dana rombongan itu diterima Pemimpin Umum Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar, Sekretaris Redaksi, Bukhari M Ali, dan para redaktur. Sementara Yuji didampingi Ketua Yayasan JISSHO, Rismaja Putra SS MM, Sekretaris Perhimpunan Alumni Jepang daerah Aceh (Persada Aceh), Dr Nasrullah Idris MT, dan sejumlah alumni Jepang.

Menurut Yuji Hamada, model seperti ini sudah dilakukan di Tapanuli, Sumatera Utara dan sekarang petani di sana sudah mulai mengekspor lobak dan beberapa komoditas pertanian yang mereka hasilkan. “Kerja sama tersebut difasilitasi oleh sejumlah peserta magang dan alumni Jepang,” jelas Yuji Hamada.

Dikatakan, pihaknya sekarang juga sedang menjajaki kerja sama di berbagai bidang lain dengan Aceh. Seperti bidang peternakan yang akan dipusatkan di Aceh Besar, perikanan, dan training centre. “Khusus untuk training center, gedungnya sudah kita bangun di Banda Aceh,” timpalnya.

Sebelumnya, Yuji Hamada juga menyampaikan hal serupa pada Seminar investasi bertajuk “Terobosan dan Tindak Lanjut Untuk Investasi Guna Mewujudkan Kerja Sama Agribisnis dan Perikanan Saling Menguntungkan Antara Masyarakat Indonesia, khususnya Aceh dan Masyarakat Jepang” di Gedung AAC Dayan Dawood Darussalam, Banda Aceh, kemarin pagi.

Seminar itu dirangkai dengan Festival Kebudayaan Jepang (Bunkasai)  2013. Kecuali seminar, Persada Aceh bekerja sama dengan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Konjen Jepang di Medan, Unsyiah, dan Japan Student Services Organization (JASSO), kemarin, di tempat yang sama juga sukses menyelenggarakan sosialisasi cara melanjutkan pendidikan, magang dan memperoleh beasiswa ke Jepang. Peserta yang didimonasi oleh siswa SMA sederajat terlihat sangat antusias menanyakan tatacara sekolah ke Jepang.

Tak hanya itu, lomba Karaoke Idol ala Jepang, Lomba mewarnai tokoh kartun Jepang, foto menggunakan Kimono ala Jepang, pameran Bonsai hingga demo masakan dan bazar makanan/minuman Jepang yang digelar dalam kegiatan itu disesaki pengunjung.(jal)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved