Selasa, 23 Desember 2014
Serambi Indonesia

Manfaat Hidup

Senin, 1 April 2013 10:55 WIB

Oleh Jarjani Usman

“Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain” (HR. Bukhari).

Satu satu teman, anggota keluarga, saudara, dan handai taulan kita pergi menghadap meninggalkan dunia ini. Itu pertanda satu babak kehidupan yang amat menentukan telah dilalui, karena kehidupan dunia berpengaruh terhadap keadaan di alam kubur dan kehidupan di akhirat kelak.

Lebih-lebih, tiada lagi kesempatan beramal bagi mereka yang telah pergi dari dunia ini.  Sebagaimana sabda Rasulullah, bahwa bila mati seseorang anak Adam, terputus amalannya; kecuali tiga perkara, sedekah jariah, ilmu bermanfaat, dan anak salih yang mendoakannya (HR. Muslim). Karena itu, sangat bermanfaat bila mengingat-ingat bagaimana hidup (di dunia) orang-orang yang telah meninggal itu.

Apalagi sebahagian insan meninggalkan dunia setelah hidup lama tak memberi manfaat apa-apa. Sebahagian orang malah diharapkan kematiannya, karena kehadirannya di dunia ini kerap meresahkan orang banyak dengan kejahatannya.  Semakin lama kehadirannya, semakin parah kehancuran alam ini. Lazimnya, ini pertanda orang-orang yang akan celaka dalam kehidupan selanjutnya.

Beruntunglah sebahagian orang yang meninggalkan dunia ini dalam keadaan sangat dibutuhkan orang banyak. Kehadirannya memberi manfaat besar bagi kebaikan umat manusia, sehingga sangat diharapkan.  Dan besar kemungkinan, akan baik dalam kehidupan selanjutnya. Lantas, bagaimanakah diri kita sendiri?
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas