Istri Dubes Denmark Donor Darah di Aceh
Istri Duta Besar Denmark, Megha Wangmo Hermann mendonorkan darahnya kepada Riski, salah seorang anak Aceh penderita
BANDA ACEH - Istri Duta Besar Denmark, Megha Wangmo Hermann mendonorkan darahnya kepada Riski, salah seorang anak Aceh penderita Thalasemia. Donor dilakukan di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Banda Aceh, Kamis (4/4). Donor itu dilakukan dalam rangka kunjungannya ke Sentral Thalasemia Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.
Megha Wangmo Hermann mengatakan sangat prihati terhadap anak-anak penderita Thalasemia, yang harus rutin melakukan transfusi darah setiap bulan. Sebelumnya, Megha tak tahu persis apa itu Thalaesemia. “Terus terang saya belum tahu Thalasemia. Yang saya tahu penyakit kelainan darah itu hanya Leukemia,” kata Megha dalam bahasa Inggris.
Megha juga mengatakan, dia sangat tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang Thalasemia. Megha yang kebetulan punya latar belakang pendidikan bidang kesehatan ingin segera menyampaikan hal itu kepada teman-temannya yang sedang melakukan riset di Jakarta.
Ia juga menilai tim medis di Sentral Thalasemia RSUZA sudah sangat bagus melayani dan mensupport pasien Thalasemia. Dia menyarankan, supaya orangtua penderita Thalasemia terus mendukung dan mendampingi anak-anaknya.
Megha berpesan supaya tim medis RSUZA terus melakukan sosialisasi mengenai Thalasemia agar masyarakat luas tahu apa itu Thalsemia. Ia juga meminta orang tua yang mempunyai anak dengan ciri-ciri pengidap Thalasemia, untuk tidak sungkan memeriksakan ke dokter/rumah sakit demi mendapat perawatan.
Selain melakukan kunjungan ke Sentral Thalasemia RSUZA dan donor darah, istri Dubes Denmark juga direncanakan hari ini Jumat (5/4), mendampingi 21 Srikandi Aceh bersepeda dari kota hingga Lambaro.(r)