• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Serambi Indonesia

Sabang Juara Piala Danone

Senin, 8 April 2013 08:37 WIB
Sabang Juara Piala Danone
SERAMBI/BUDI FATRIA
Pemain SSB Tunas Baru Sabang meluapkan kegembiraan usai menerima juara dalam kualifikasi Piala Danone 2013 tingkat Provinsi Aceh di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Minggu (7/4). SSB Tunas Baru menang pinalti atas SSB Indrapuri Muda Aceh Besar 2-1.
BANDA ACEH- Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Baru Kota Sabang tampil sebagai juara dalam kualifikasi Piala Danone 2013 atau Aqua Danone Nations Cup tingkat Provinsi Aceh. Tim besutan Jauhari Ahmad ini mampu mengalahkan SSB Indrapuri Muda Aceh Besar dalam adu penalti dengan skor 2-1 di Stadion H Dimurthala, Lampinueng, Banda Aceh, Minggu (7/4) sore. Sebelumnya kedua tim bermain imbang 0-0 dalam durasi 2x10 menit.

Wakil dari Sabang ini akan mengemban tugas berat sebagai wakil Aceh dalam final nasional Piala Danone 2013 pada 1-2 Juni di Jakarta. Mereka akan bersaing dengan 14 tim dari provinsi lain untuk memperebutkan gelar juara nasional dan mewakili Indonesia ke World Cup pada September mendatang di London, Inggris. Seperti diketahui, pada 2012 lalu duta Aceh, SSB Putra Muara Cunda Lhokseumawe mewakili Indonesia dan menduduki rangking 23 dari 40 negara di Polandia.

Dalam drama adu penalti kemarin, ketegangan terlihat dari wajah pemain dan pelatih kedua tim. Eksekutor pertama Aceh Besar atas nama Khairijal maju ke depan. Ternyata tendangan pemain bernomor 9 ini melambung ke atas gawang. Kemudian penendang dari Sabang langsung diambil oleh kiper Fahzarul Hamdi. Tendangan pemain bernomor satu ini membobol gawang Aceh Besar yang dikawal kiper M Fadil.

Kemudian eksekutor kedua Aceh Besar yang diambil Khadafi mampu mengarahkan bola masuk yang gagal dihentikan kiper. Keseimbangan terjadi tatkala penendang kedua Sabang, Haris Munandar gagal menjalankan tugasnya usai diblok kiper. Tapi malapetaka menimpa Aceh Besar akibat penendang ketiganya, Arief Munandar tak mampu membobol gawang lawan setelah arah bola dibaca kiper.

Suasana makin tegang saat striker Sabang, Rezi Pradipta maju kedepan untuk mengeksekusi tendangan penalti yang terakhir. Tugas berat yang diemban topskor dengan koleksi empat gol sangat menentukan nasib timnya. Ternyata pemain bernomor punggung 10 ini mampu membobol gawang Aceh Besar.

Skor 2-1 untuk kemenangan Sabang disambut gegap gempita oleh para pemain, pelatih dan pendukungnya. Mereka langsung berlompatan hingga diakhiri dengan sujud syukur. Tapi pemandangan sebaliknya justru menghinggapi kubu Aceh Besar yang langsung isak tangis pecah seketika hingga pelatih dan panitia terpaksa menenangkan para pemain belia ini.

Sebelumnya kedua tim harus puas bermain dengan skor 0-0 dalam durasi 2x10 menit. Kedua tim yang tampil di partai pamungkas ini mengerahkan semua sisa tenaga demi meraih kemenangan. Sebenarnya Sabang punya peluang unggul di menit 7 setelah wasit menunjuk titik putih akibat pemain bawah Aceh Besar melakukan hans-ball. Tapi Reza Pradipta gagal menjalankan tugas setelah bola tendangannya dihentikan dalam pelukan kiper. Kegagalan mencetak gol di babak pertama juga berlanjut hingga akhir babak kedua.

Seperti diketahui, partai final kali ini mengingatkan nasib kedua tim pada Piala Danone 2012 lalu. Dimana kedua tim harus saling menghabisi dalam perebutan juara III. Tapi kala itu, anak-anak Sabang harus mengakui ketangguhan Aceh Besar dengan kemenangan 0-1. Gol tunggal Aceh Besar dicetak oleh Al Fandi Siddiq di menit 5.

SSB Karya Muda Aceh Utara keluar sebagai juara ketiga usai menang tipis atas Putra Singkil, 1-0. Sementara SSB Aceh Tamiang Bina Taruna dinobatkan sebagai tim play fair dan tropi diserahkan Zahirsyah Oemardy sebagai Ketua Panitia Kualifikasi Piala Danone 2013 tingkat Aceh.(adi)

Punya Motivasi

KITA sudah lama persiapan diri untuk menghadapi Piala Danone. Bahkan melakukan latihan intensif selama tiga bulan untuk ikut prakualifikasi di Sabang dan berhasil menjadi runner-up. Target kami untuk nasional masuk final. Pemain punya motivasi tinggi setelah tahun sebelumnya dua kali hanya meraih peringkat empat di Aceh. SSB ini berdiri 1997 dan kita kumpulkan anak-anak dari berbagai pelosok Sabang. Kita latih mereka tiap hari, tiga hari dengan bola di lapangan dan tiga hari latihan fisik di pantai. Kadang hari Minggu ada juga yang ikut latihan.
* Jauhari Ahmad, Pelatih SSB Tunas Baru Sabang.(adi)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
175234 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas