Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026

Apel dan Anggur Merah Langka

Sebagian besar pedagang buah di kawasan Banda Aceh mengaku sudah dua bulan ini tak lagi menjual buah impor. Pasokan terhenti

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Apel dan Anggur Merah Langka
SERAMBI/BUDI FATRIA
Warga membeli buah yang dijual di Pasar buah Peunayong, Banda Aceh, Rabu (10/4). Sejak Pemerintah memberlakukan pembatasan impor beberapa jenis buah, sehingga buah apel dan anggur merah impor langka di Banda Aceh.
* Harga Buah Lokal Ikut Naik

BANDA ACEH - Sebagian besar pedagang buah di kawasan Banda Aceh mengaku sudah dua bulan ini tak lagi menjual buah impor. Pasokan terhenti seiring penerapan kebijakan pemerintah untuk membatasi pasokan buah impor.

Namun jika pun ada, stok buah impor sangat terbatas sehingga membuat harga jualnya ‘melangit’. Kondisi tersebut berimbas pada buah-buahan lokal yang juga ikut-ikutan mengalami kenaikan harga.

Seorang karyawan toko buah di kawasan Peunayong, Banda Aceh, Nana, mengaku sudah dua bulan ini tidak menerima pasokan buah apel merah impor. Anggur merah juga mulai jarang dipasok. “Sejak dua bulan ini apel merah impor di toko kami kosong,” kata Nana kepada Serambi, Rabu (10/4).

Jika pun ada, tambah Nana, harga jualnya juga naik tajam. “Jangankan buah impor, buah lokal saja mahal sekarang. Seperti jeruk, sekarang ini harga jualnya Rp 30.000 per kilogram,” sebutnya.

Kenaikan harga itu dijelaskan terjadi sejak akhir Maret 2013 kemarin dan terus naik secara bertahap. Di awal dulu, ketika impor buah belum dibatasi, harga apel merah merek washington per kilogramnya hanya Rp 43.000.

“Sekarang apel merah tidak ada barang. Jika pun ada harganya Rp 60.000 per kilogram,” tambah Nana. Sedangkan untuk anggur merah, kalau sebelumnya dijual Rp 65.000 sekilo, maka sekarang tembus Rp 100.000.

Pedagang buah lainnya, Muddassir SPd menuturkan, saat ini harga buah lokal juga ikut naik. Di antaranya jeruk super, salak pondok, mangga, dan pepaya madu. “Kenaikan harga buah lokal disebabkan permintaan yang tinggi karena buah-buahan impor sudah tidak ada lagi di pasaran,” ujarnya.

Di samping itu, kenaikan harga buah lokal ini juga disebabkan tingginya harga tebus di tingkat pemasok buah di Medan. “Sekarang harga tebusnya jauh lebih tinggi. Saya bersama teman-teman penjual buah juga harus menaikkan harga,” kata Muddasir.(r)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved