• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 30 Juli 2014
Serambi Indonesia

Petugas Sita 10 Ton Beras Impor

Jumat, 12 April 2013 08:09 WIB
Petugas Sita 10 Ton Beras Impor
SERAMBI/M ANSHAR
Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C, Banda Aceh, menurunkan beras, ketan, dan gula selundupan yang ditangkap di pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Kamis (11/4).
* Diangkut Menggunakan Dua Truk

BANDA ACEH - Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Banda Aceh, menggagalkan upaya penyelundupan 10 ton beras dan ketan (400 sak) serta 35 sak gula dari Sabang menuju Banda Aceh, di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Kamis (11/4) siang.

Kepala KPPBC TMP C Banda Aceh, Beni Novri, mengatakan penangkapan dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Barang-barang asal Malaysia dan Singapura itu diangkut menggunakan dua truk Fuso, BL 8552 ML dan BL 8515 AT. (Baca, Disusun di Bawah Keramik)

Menurut Beni, kedua sopir truk tersebut saat melihat kedatangan petugas, awalnya tak mengeluarkan truknya dari KMP BRR. Namun, pihaknya yang sudah mengantongi informasi akurat tentang isi kedua truk itu, memaksa agar truk itu diturunkan dari kapal.

“Kami meminta paksa agar kedua truk tersebut dikeluarkan dari kapal. Dua sopirnya, berinisial MY (38) warga Aceh Besar dan SM (35) asal Sabang, juga saat ini sedang kami mintai keterangannya,” kata Kepala KPPBC TMP C Banda Aceh itu.

Sejauh ini kata Beni, pihaknya terus mengorek keterangan dari kedua sopir truk tersebut, untuk gna mengetahui siapa pemesan dan pemilik ratusan sak beras, ketan dan gula impor tersebut.

“Berkenaan dengan produk pertanian, seharusnya setiap barang ini harus memiliki izin dari Kementrian Pertanian dan Perdagangan. Kalau tidak, pemiliknya dianggap melanggar Pasal 102 UU Nomor 17 2006 Tentang Kepabeanan yang juga bisa dihukum penjara,” papar Beni.

Beni menambahkan, pola penyelundupannya mulai berubah. Dari kebiasaan menyelundupkan gula, kini mulai beralih ke beras dan ketan. Bila upaya penyelundupan beras dan ketan ini berhasil dilakukan oleh pelaku, kata Beni, akan sangat berdampak pada hasil pertanian para petani lokal.(mir)

Disusun di Bawah Keramik

BENI Novri menyebutkan, modus penyelundupan beras merek Arwana asal Malaysia dan ketan berlogo Singa merek AAA Glutinous, ditutupi menggunakan puluhan keramik. Beras, ketan, dan gula-gula selundupan setelah disusun di alas truk. Kemudian ditutup menggunakan terpal dan kayu. Bagian atasnya disusun keramik dengan rapi. Jika tak jeli, seolah-olah truk itu mengangkut keramik.

Beni menambahkan, sepanjang 2013 pihaknya sudah menggagalkan upaya penyelundupan tidak kurang dari 30 ton gula, beras dan ketan, dari Sabang ke Banda Aceh. “Ada tiga pilihan yang akan kami laksanakan dari puluhan ton gula, beras serta ketan yang telah ditangkap ini. Dimusnahkan, dilelang atau dihibahkan. Tapi, pengajuan surat kami ke Jakarta, semua barang selundupan ini dimusnahkan saja,” demikian Beni.(mir)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: side/topik_populer.php

    Line Number: 11

TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help

A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Atas