Pelamar Calon PKH Dinsos Pijay Membludak
Pendaftar calon pendamping dan operator Program Keluarga Harapan (PKH) pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dissosnakertrans)
MEUREUDU - Pendaftar calon pendamping dan operator Program Keluarga Harapan (PKH) pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dissosnakertrans) Pidie Jaya, mencapai 250 orang. Padahal yang dibutuhkan hanya 12 orang.
Kepala Disnakertrans Pijay, Drs Yusrizal MSi kepada Serambi mengatakan, rekruitmen pendamping dan operator lokasi pengembangan kabupaten dan kecamatan program PKH tahun 2013 itu dilakukan berdasarkan surat Kementerian Sosial RI, nomor 196/LJS.JS.SV/04/2013 tanggal 2 April 2013. Pendaftaran yang dibuka selama lima hari
(8-21 April) pelamar membludak yaitu mencapai 250 orang. Padahal formasi yang tersedia hanya untuk 12 orang yang ditempatkan di delapan kecamatan, kecuali Panteraja dan Jangkabuya yang tidak kebagian.
Kebutuhan untuk masing-masing kecamatan yaitu, Meureudu, Bandardua dan Trienggadeng masing-masing dijatahkan dua orang. Disusul Ulim dan Meurahdua masing-masing satu orang. Sedangkan Bandarbaru dijatahkan empat orang. “Bisa jadi kebutuhan didasari pada luas daerah,” kata Yusrizal.
Diakui Yusrizsal, minat para pemuda/I Pijay untuk menjadi petugas pendamping dan operator program keluarga harapan di wilayahnya cukup besar. Buktinya hanya dalam waktu lima hari masa pendaftaran jumlah pelamar membludak yaitu mencapai 250 orang. Uji atau tes akan dilakukan tim dari Kementerisan Sosisal RI.
Ditambahkan, pihaknya akan mengirim berkas lamaran ke Dinsos Provinsi selambat-lambatnya tanggal 16 April 2013. Seleksi administrasi akan dilakukan pada 17-20 April 2013. Hasil rekapitulasi calon peserta yang lulus seleksi administrasi, akan dikirimkan ke Direktur Jaminan Sosial Ditjamsos/Sekretariat UPPKH pusat. Sementara ujian tulis dan wawancara akan dilakukan tim pusat di kabupaten/kota pada tanggal 25 April s/d 14 Me1 2013.
Kecuali itu, delapan petugas Tenaga Kerja Sukarela Kecamatan (TKSK) Pijay, Jumat kemarin masing-masing menerima sebuah laptop. Bantuan tersebut bersumber dana APBK 2013 dan penyerahan dilakukan secara sederhana di ruang Kepada Dinsosnakertrans setempat. Yusrizal berharap agar laptop bantuan pemerintah itu dipelihara dan dimanfaatkan demi kelancaran tugas sehari-hari.
Sementara itu, pelamar calon PKH di Aceh Tamiang juga membludak yang mencapai 227 orang dari 15 orang yang dibutuhkan. Kepala Dinsosnakertrans Aceh tamiang, Basyaruddin SH kepada Serambi, Senin (15/4) mengatakan, untuk katagori pendamping PKH dibutuhkan 14 orang namun yang ikut seleksi administrasi sebanyak 227 orang. Mereka nantinya ditempatkan di delapan kecamatan yang ada di Tamiang. Sedangkan untuk kategori operator pelamarnya 47 orang sementara yang dibutuhkan hanya satu orang.
Semua berkas lamaran calon pendamping dan operator, Senin,(15/4) dikirim langsung ke Dinsos Aceh untuk diseleksi. Hasilnya akan dikirim ke Kemetrian Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta, kemudian dikirim kembali ke setiap kabupaten /kota yang mendapat bantuan PKH. “Nanti akan dikeluarkan pengumuman atau pemberitahuan kepada peserta yang lulus seleksi, baik di tingkat kabupaten/kota maupun di kecamatan sebagai lokasi penerima azas manfaat,” jelas Basyaruddin.(ag/md)