Rabu, 26 November 2014
Serambi Indonesia

Kajati Aceh Puji Galus

Rabu, 17 April 2013 09:15 WIB

Kajati Aceh Puji Galus
SERAMBI/RASIDAN GALUS
Kajati Aceh, TM Syahrizal SH (Tengah mengunakan kalung bunga) didampingi Bupati Galus Ibnu Hasim dan ketua DPRK H Ali Husin, dan para kepala dinas badan kantor dilingkungan Pemkab Galus, rombongan Kajati disambut dengan tarian didong nalo dibalai Musara Blangkejeren, saat melakukan kunjungan kerja ke Galus, Selasa (16/4).
* Pemandangan Sangat Indah

BLANGKEJEREN - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh TM Syahrizal memuji kawasan Kabupaten Gayo Lues (Galus) yang dinilainya memiliki pemandangan alam sangat indah. Dia berharap, warga Galus dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya di Aceh sebagai sebuah kawasan yang warganya patuh dan taat hukum.

Dia menyampaikan hal tersebut dalam temu ramah dengan Muspida Plus, pejabat Pemkab Galus, tokoh agama dan adat Negeri Seribu Bukit di Balai Musara Blangkejeren, Selasa (16/4), termasuk Bupati Galus, Ibnu Hasim. Sebelumnya, saat tiba di Blangkejeren, dia bersama rombongan disambut dengan tarian Didong Nalo dan dipeusijuk di pendopo Bupati Galus oleh tokoh adat Gayo.

“Lingkungan dan alam beserta hutan yang berada di wilayah Kabupaten Galus sangat indah dibandingkan daerah lain di Aceh,” pujinya. Dia berharap, hutan dan lingkungan harus dilestarikan serta masyarakat harus memahami pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.

Dalam paparannya, TM Syahrizal juga menyatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi dan kerjasama dengan Pemkab Galus tentang hukum perdata dan tatausaha, sehingga masyarakat, patuh dan taat hukum. “Kalau masyarakat taat hukum, tentu Galus akan menjadi contoh bagi daerah lainnya di Aceh,” sebutnya.

Disebutkan, Kajati memiliki perpanjangan tangan melalui Kajari untuk melakukan pelayanan tindakan pidana korupsi dan pidana lainnya untuk melakukan penyelidikan, sebelum dilimpahkan ke pengadilan. Syahrizal juga mengakui tindak pidana korupsi memiliki dampak sosial terhadap keluarga, seperti istri dan anak-anak, termasuk lingkungan tempat tinggal, sehingga harus dicegah melalui sosialisasi sadar hukum.

Rombongan Kajati Aceh sebelum tiba di Blangkejeren, melakukan kunjungan kerja di kabupaten tetangga, Aceh Tenggara dan selanjutnya, rombongan bertolak ke Takengon, Aceh Tengah juga untuk melakukan kegiatan kunjungan kerja.

Sementara, Bupati Galus Ibnu Hasim dalam kata sambutannya menyatakan area Galus yang dihuni sekitar 92 ribu jiwa merupakan yang terluas kedua setelah Aceh Timur, dengan wilayah mencapai 554 km. Tetapi, dari jumlah tersebut, 50 persen di antaranya masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), dan 15 persen kawasan hutang lindung,  serta 28 persen hutan budidaya yang sudah termasuk hutan produksi.

Bupati Ibnu Hasim juga meminta Kajati Aceh agar mengusulkan dan memberikan dorongan ke pihak Rektorat Unsyiah Banda Aceh supaya Kampus Unsyiah Galus segera dioperasikan dan difungsikan tahun ini juga. Sehingga perkuliahan bisa dimulai pada tahun ajaran 2013/2014 nantinya.

“Perguruan tinggi menjadi salah satu kendala masyarakat untuk melanjutkan  pendidikan ke lebih tinggi,” ujarnya. Dia menyatakan daerah yang dipimpinnya dengan julukan Negeri Seribu Bukit belum ada perguruan tinggi, selain sebuah Yayasan Akbid.(c40)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas