A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Guru Honorer Demo DPRK Aceh Selatan - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 29 Agustus 2014
Serambi Indonesia

Guru Honorer Demo DPRK Aceh Selatan

Kamis, 18 April 2013 09:08 WIB
Guru Honorer Demo DPRK Aceh Selatan
SERAMBI / TAUFIK ZASS
Tenaga honorer Dinas Pendidikan yang namanya tidak keluar dalam daftar kelelususan uji Publik Tenaga Honorer Katagori II (K-II) menyampaikan orasinya saat berunjukrasa ke gedung DPRK Aceh Selatan, Rabu (17/4). Mereka mendesak DPRK setempat memperjuangkan kembali hak mereka untuk supaya masuk dalam daftar K-II.
* Tak Masuk dalam Daftar Honorer K-2

TAPAKTUAN - Seratusan tenaga honorer di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Selatan yang namanya tidak masuk dalam daftar pengumuman kelulusan tenaga honoror Kategori II (K-2), Rabu (17/4) menggelar aksi unjukrasa ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat.

Para peserta aksi yang dikoordinir Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar-GB) itu menuntut DPRK setempat memperjuangkan hak mereka yang sudah mengabdi bertahun-tahun sebagai tenaga honorer di lingkungan Dinas Pendidikan.

Pantauan Serambi, aksi yang berlangsung sekira pukul 10.09 WIB itu turut mengusung sejumlah spanduk berisi keluhan dan kekecewaan mereka terhadap pengumuman uji publik yang ditempel di Badan Kepengawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) setempat beberapa waktu lalu.

Sebelum beranjak ke gedung DPRK, massa yang dinominasi kaum perempuan itu terlebih dahulu berkumpul di halaman kantor Dinas Pendidikan setempat. Setelah mendapatkan arahan dari Koordinator Kobar-GB Wilayah Barat-Selatan Aceh, Mus Mulyadi, kemudian mereka langsung bertolak menuju gedung DPRK Aceh Selatan dengan cara berjalan kaki sambil mengusung sejumlah spanduk dan meneriakkan yel-yel keadilan terhadap tenaga honorer yang terzalimi.

Di gedung DPRK Aceh Selatan, para peserta aksi itu disambut oleh Ketua DPRK Aceh Selatan, Tgk Safiron, bersama dua wakilnya, masing-masing Khaidir Amin SE dan Marsidiq, serta Ketua Komisi A DPRK Aceh Selatan, Subki Rusli bersama anggotanya, Teuku Mudasir, Zulfar Arifin dan H Hanafi.

Di hadapan pimpinan dan anggota dewan, para peserta aksi menyampaikan aspirasi dan tututannya, mereka meminta DPRK untuk memperjuangkan hak mereka seperti tenaga honorer yang namanya keluar dalam daftar pengumuman dimaksud.

“Kami sudah bertahun-tahun mengabdikan diri sebagai tenaga honor. Bahkan ketika konflik menerpa Aceh kami tetap bersabar dan konsisten menyumbangkan tenaga dan pikiran kami untuk mendidik putra dan putri Aceh Selatan. Tapi kenapa malah nama kami yang tidak keluar dalam pengumuman K-II ini. Ada apa dengan BKPP. Apa BKPP memprioritaskan orang titipan?” tanya peserta aksi dalam orasinya itu.

Oleh karenanya, mereka meminta, supaya tidak terjadinya penzaliman luar biasa terhadap tenaga honorer yang benar-benar dan sudah bertahun-tahun mengabdikan diri itu. Mereka meminta BKPP untuk benar-benar menindaklanjuti pengaduan/sanggahan dari masyarakat terhadap honorer yang namanya keluar dalam daftar pengumuman dan uji publik dimaksud.

“Kepada bapak dewan kami minta aksinya untuk memperjuangkan hak kami, karena kami benar-benar tenaga honorer yang berhak diluluskan,” papar Nurmala, seorang peserta aksi.

Setelah menyampaikan orasinya di luar gedung DPRK, perwakilan tenaga honorer dari masing-masing kecamatan diajak masuk ke ruang sidang DPRK. Di ruang rapat DPRK ini mereka turut disambut oleh Kepala BKPP Aceh Selatan, Said Junaidi SH dan perwakilan dari Polres Aceh Selatan. Di sinilah Kepala BKPP Aceh Selatan menjelaskan menyangkut pengumuman uji publik K-2 itu.(tz)

Data Kembali Honorer

KETUA DPRK Aceh Selatan, Tgk Safiron meminta perwakilan tenaga honore dari setiap kecamatan untuk mendata kembali tenaga honorer yang benar-benar honor di wilayah mereka untuk selanjutnya diserahkan ke BKPP dan dewan.

“Data itu jangan asal tulis, namun harus benar-benar fakta yang mampu dipertanggungjawabkan secara hukum. Sebab data dari masing-masing perwakilan tenaga honorer dimaksud akan ditindaklanjuti oleh BKPP dan DPRK,” papar Tgk Safiton.(tz)

Akan Diverifikasi Kembali

KEPALA BKPP Aceh Selatan, Said Junaidi SH dalam pertemuan itu menjelaskan, honorer K-2 yang nantinya lulus tidak otomatis jadi CPNS. Namun, mereka akan diverifikasi kembali terlebih dahulu oleh pemerintah pusat bekerja sama dengan 10 konsorsium dari perguruan tinggi. “Jika lolos, baru bisa diangkat menjadi CPNS,” terangnya seraya.

Pengumuman uji publik ini kata Said Junaidi berlangsung hingga 19 April 2013. Selama waktu itu Said berharap, berbagai elemen seperti kepala SKPD, LSM, Ormas, Pers, tenaga honorer, hingga masyarakat umum melaporkan jika ada nama yang bukan tenaga honorer K-2 tetapi tercantum dalam daftar.

“Begitu pula sebaliknya, mereka juga diminta untuk melaporkan jika ada tenaga honorer K-2 yang tidak tercantum dalam daftar uji publik,” tuturnya.

Said Junaidi juga menjelaskan bahwa pengumuman tersebut bukan hasil verifikasi, melainkan hasil perekaman data 2012 lalu. “Untuk hasil verifikasi akan kami sampaikan kepada pimpinan DPRK, sebab ada data dugaan penyimpangan dan pemalsuan yang kami temui,” timpal salah seorang Kabid DKPP dalam pertemuan itu.(tz)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
179464 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas