Minggu, 21 Desember 2014
Serambi Indonesia

Harga Emas Turun ke Level Terendah

Kamis, 18 April 2013 10:13 WIB

Harga Emas Turun ke Level Terendah
SERAMBI/M ANSHAR
Pedagang memperlihatkan emas batangan yang dijual di Toko Ichlas, Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Banda Aceh. Setelah bertahan Rp 1.650.000 per mayam selama tiga bulan terakhir, harga emas Selasa (16/4) turun drastis hingga Rp. 1.450.000 per mayam.
* Tren Pembelian Meningkat

BANDA ACEH - Bagi masyarakat Aceh yang ingin membeli emas, mungkin sekaranglah saatnya. Harga emas sudah hampir setengah tahun ini mengalami penurunan dan diperkirakan saat ini sedang berada di titik terendah.

Informasi yang diterima Serambi, Rabu (17/4), dari sejumlah pedagang emas di Banda Aceh, harga emas telah berada di kisaran Rp 440.000/gram atau Rp 1.452.000/mayam. Padahal pada bulan Oktober 2012, harga emas sempat bertengger di kisaran Rp 1.800.000 per mayam.

Lonsornya harga emas ini terjadi seiring dengan perkembangan harga emas di pasar global. Dilaporkan bahwa harga emas saat ini mencapai level terendah, bahkan paling rendah sejak Juli 2011 dan lebih parah dibandingkan dalam 30 tahun terakhir.

Seperti dikutip dari Bloomberg, harga emas merosot disebabkan oleh perekonomian global yang sedang membaik. Para investor memborong dollar AS sebagai salah satu investasi yang menguntungkan. Selain itu, Societe Generale dalam laporannya menyebutkan bahwa investasi emas saat ini sedang mengalami gelembung (bubble).

Seorang ekonom dan pengamat emas, Gary Shilling, seperti dikutip Business Insider, bahkan mengingatkan kalau emas bukan lagi investasi yang aman (safe haven). “Ini menarik, bagaimanapun bahwa harga emas saat ini sudah jatuh seperti sebuah batu-atau bata emas-di tengah ketidakpastian ekonomi global,” katanya.

“Seharusnya, safe haven aman. Safe haven stabil. Ternyata emas itu tidak aman dan harganya tidak stabil,” kata Gartman.

Fenomena penurunan harga emas ini disambut antusias oleh masyarakat Banda Aceh. Para pedagang emas melaporkan bahwa pembelian emas meningkat dua kali lipat dibandingkan biasanya.

“Masyarakat sangat antusias. Pembeli meningkat dua kali lipat. Jika di hari-hari biasa yang membeli dan menjual emas berbanding sama, selama empat hari terakhir hampir semua yang datang untuk membeli.” kata pemilik Toko Emas Ichlas di Pasar Aceh, Banda Aceh, Ijal, kepada Serambi.

Menurutnya, saat harga emas turun seperti sekarang, kebanyakan emas yang dibeli untuk investasi di samping untuk dipakai sebagai perhiasan. Melihat trennya, tambah Ijal, dalam tiga atau empat hari ke depan harga emas masih terbilang rendah. “Kalau anjlok sekali gak juga, tapi untuk beberapa hari ke depan sepertinya tidak naik dari harga yang sekarang,” katanya.

Penurunan harga juga terjadi pada perhiasan jenis emas putih. Harga emas putih sekarang berada di kisaran Rp 400.000/gram atau Rp 1.320.000/mayam. Harga ini turun dari sebelumnya yaitu Rp 450.000/gram atau Rp 1.485.000/mayam.(sr/yos)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas