Pantai Barat Banjir Lagi

Baru saja 6-7 April lalu pantai barat Aceh, meliputi Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, hingga Aceh Selatan, dilanda banjir

Pantai Barat Banjir Lagi
SERAMBI/SA'DUL BAHRI
Warga mendorong kendaraan di genangan banjir di atas badan jalan Negara lintas Calang-Meulaboh di Desa Gampong Baro, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya, Rabu (17/4/2013).

MEULABOH - Baru saja 6-7 April lalu pantai barat Aceh, meliputi Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, hingga Aceh Selatan, dilanda banjir. Rabu (17/4) kemarin air bah kembali merendam Aceh Jaya dan Aceh Barat. Warga enam desa dari Kecamatan Woyla Barat dilaporkan harus mengungsi karena ketinggian air hingga tadi malam semakin mencemaskan.

Hingga pukul 20.40 WIB tadi malam, hujan di kawasan Aceh Barat dan Aceh Jaya dilaporkan sudah mulai mereda. Meski demikian luapan air sungai masih terus menggenangi kawasan permukiman, termasuk badan jalan nasional maupun jalan antar-kecamatan di kedua daerah itu.

Ribuan warga dari enam desa di Kecamatan Woyla Barat, Aceh Barat, tadi malam dilaporkan mulai mengungsi ke posko yang dibuka oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat. “Tim BPBD membuka dapur umum di Napai,” ujar Kepala BPBD Aceh Barat, T Nofrizal SSTP kepada Serambi, Rabu malam.

Warga enam desa dari Kecamatan Woyla Barat yang mengungsi masing-masing dari Desa Napai, Blang Cot Rubek, Blang Cot Mameh, Alue Leuhop, dan Lhok Balee.

Kepala BPBD Aceh Barat melaporkan, hujan lebat yang melanda kabupaten ini dalam dua hari terakhir menyebabkan puluhan desa dalam sembilan kecamatan, di antaranya yang terparah adalah Kecamatan Arongan Lambalek, Woyla, dan Woyla Barat dikepung banjir.

Selain merendam ribuan rumah, arus transportasi darat Meulaboh-Kuala Bhee lumpuh sehingga pengguna jalan beralih ke lintas Peuribu, Kecamatan Arongan Lambalek.

Menurut Nofrizal, dari sembilan kecamatan yang dilanda banjir, baru 30 keuchik yang melaporkan desanya direndam air bah. “Tim BPBD masih terus memantau perkembangan banjir susulan yang melanda Aceh Barat,” ujar Nofrizal.

Dilaporkan juga bahwa banjir yang melanda Aceh Barat menyebabkan ruas jalan Meulaboh-Kuala Bhee di kawasan Ateung Teupat terendam, sehingga pengguna jalan dari wilayah Woyla ke Meulaboh beralih ke jalan lain. “Banjir di jalan Ateung Teupat sudah tidak kering-kering lagi, karena kondisi jalannya sangat rendah,” ujar anggota DPRK Aceh Barat, H Amri.

Ia berharap, pemkab setempat punya program khusus menanggulangi banjir Ateung Teupat serta banjir yang melanda hampir seluruh kecamatan. Kenyataan selama ini, katanya, sebentar saja hujan sungai di Aceh Barat langsung meluap, seperti Krueng Meureubo, Krueng Woyla, Krueng Bhee, dan Krueng Suak Seumaseh.

Sementara itu, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada hari ketiga di Aceh Barat kemarin berjalan lancar meski pada beberapa kecamatan yang dikepung banjir. Sekolah-sekolah yang melaksanakan UN untuk SMA, MA, dan SMK tidak ada yang terendam banjir. “Pelaksanaan UN tetap lancar,” ujar Kadisdik Aceh Barat, T Usman Basyah SH. Ia tambahkan, pelaksanaan UN di 38 SMA, MA, dan SMK se-Aceh Barat tetap lancar, meski sembilan kecamatan didera banjir.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: bakri
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help