Rabu, 10 Juni 2026

Mahasiswa Minta Biro Rektor Unsyiah Kooperatif

Sebanyak 25 mahasiswa menamakan diri aliansi mahasiswa Unsyiah berdemo di depan Biro Rektorat kampus itu di Darussalam, Banda Aceh

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Mahasiswa Minta Biro Rektor Unsyiah Kooperatif
SERAMBI/BUDI FATRIA
Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unsyiah berunjuk rasa di depan Gedung Biro Rektor Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (18/4). Dalam aksi itu mereka mendesak pihak rektorat untuk mengencam kajati agar menetapkan tersangka korupsi Unsyiah.
* Tuntaskan Pengusutan Kasus Korupsi Beasiswa

BANDA ACEH - Sebanyak 25 mahasiswa menamakan diri aliansi mahasiswa Unsyiah berdemo di depan Biro Rektorat kampus itu di Darussalam, Banda Aceh, Kamis (18/4). Mereka menuntut pejabat di Unsyiah agar membantu pihak Kejati Aceh mengusut perkara dugaan korupsi bagian dari beasiswa Pemerintah Aceh di Unsyiah Rp 17,6 miliar (APBA 2009-2010).

Para mahasiswa yang berjalan kaki mengelilingi kampus Unsyiah tiba di depan Biro Rektorat sekitar pukul 10.15 WIB. Mereka membawa spaduk besar bertuliskan ‘Detik-detik penetapan tersangka korupsi di Unsyiah’. Selanjutnya, massa ini bergantian berorasi di depan biro rektor itu. “Pihak Biro Rektorat jangan coba-coba menenggelamkan kasus ini,” teriak Koordinator aksi, M Ziaurrahman dalam orasinya.

Karena itu, M Ziaurrahman meminta pihak Biro Rektorat bersikap kooperatif mendukung pengusutan kasus korupsi ini hingga tuntas. Dengan demikian tak ada lagi tarik ulur serta berbagai dasar alibi yang mengalahkan kekuatan hukum agar pihak Kejati Aceh menetapkan tersangka.

“Sudah hampir seminggu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh telah menyerahkan hasil audit kerugian negara perkara ini ke Kejati Aceh. Jika pihak Kejati masih mengulur waktu untuk menetapkan tersangka, maka kami akan menyurati KPK serta mengirim berbagai data terkait untuk mengambil alih penanganan perkara ini dan Kajagung harus mencopot Kajati Aceh,” tandas Ziaurrahman.

Setelah sekitar satu jam berorasi, para mahasiswa ini baru memberi kesempatan kepada Pembantu III Rektor Unsyiah, DR Rusli Yusuf yang sudah sejak awal mendengar orasi untuk menanggapinya. Salah satunya, Rusli menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh proses peradilan kasus tersebut.

Selanjutnya, Rusli mengikuti keinginan mahasiswa yang memintanya ikut menandatangani di atas kertas putih tentang “1.000 dukungan Unsyiah tanpa korupsi”. Usai penandatanganan itu, para mahasiswa ini bubar sekitar pukul 12.00 WIB. Aksi yang turut dikawal Kapolsek Syiah Kuala, AKP Yusuf Hariadi berlangsung tertib.

Seperti diberitakan kemarin, Auditor BPKP Aceh sudah menyerahkan hasil audit perkara itu ke Kejati Aceh, Jumat (12/4). Namun, pihak Kejati belum bersedia menyebut nilai kerugian negara karena akan disampaikan ketika sudah ditetapkan tersangka dalam waktu dekat ini.(sal)  

Kita Mendukung Penuh
PEMBANTU III Rektor Unsyiah, DR Rusli Yusuf, di depan para mahasiswa menyatakan bahwa sejak awal pengusutan perkara ini oleh pihak Kejati Aceh tahun 2012 lalu, pihaknya mendukung penuh proses peradilan dengan menyerahkan semua dokumen terkait dan memenuhi panggilan jaksa.

“Masalah pemecatan jika terlibat, tentu harus menunggu putusan berkekuatan hukum tetap, termasuk saya juga siap dipecat, jika terbukti bersalah berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” tegas Rusli.

Namun secara umum, kata Rusli persoalan beasiswa Pemerintah Aceh itu tidak ada masalah karena semuanya telah disalurkan kepada mahasiswa penerima, baik beasiswa Jaringan Pemerintah Daerah (JPD), maupun beasiswa mahasiswa FKIP Unsyiah yang dipersiapkan untuk guru daerah terpencil.

“Jika ini tak disalurkan, pasti dari dulu mereka penerima ini sudah protes. Meski begitu kita tetap mengikuti proses hukum yang sudah dijalankan,” tandas Rusli.(sal) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved