Selasa, 9 Juni 2026

Mobduknaker Bangun 100 Rumah Translok

Dinas Mobilitas Penduduk dan Tenaga Kerja (Mobduknaker) Provinsi Aceh, pada tahun 2013 ini, akan membangun kembali

Tayang:
Editor: bakri
* Di Aceh Barat dan Nagan Raya

BANDA ACEH - Dinas Mobilitas Penduduk dan Tenaga Kerja (Mobduknaker) Provinsi Aceh, pada tahun 2013 ini, akan membangun kembali 100 unit rumah penduduk transmigrasi lokal (Translok) yang pernah hancur akibat banjir pada tahun 2012 lalu di Aceh Barat dan Nagan Raya, dengan nilai kontrak Rp 8,273 miliar.

“Rumah pendudukan translok yang kita bangun itu, masing-msing 20 unit di Desa Lango, Aceh Barat dan 80 unit lagi di Desa Krueng Isep Pante Ara, Kabupaten Nagan Raya, “ kata Kadis Mobduknaker Aceh, Ridwan Hasan SH MM melalui Kabid Program Putut Rananggono SST MSi kepada Serambi, Kamis (18/4).

Menurut Putut, pembangunan kembali 100 rumah untuk transmiograsi lokal yang menjadi korban banjir itu adalah untuk mengumpulkan kembali mereka pada satu pemukiman baru yang bebas dari ancaman banjir bandang.. Selama ini mereka telah hidup terpencar di sejumlah tempat.

Rumah yang akan dibangun itu adalah tipe 36, dengan atap seng, dinding batako, dan lantai dicor semen. Pembangunan rumah-rumah tersebut pada Selasa (17/4) kemarin sudah dikotrakkan kepada dua rekanan. Untuk pembangunan 20 rumah di Desa Lango Kabupaten Aceh Barat, sudah dikontrakkan kepada CV Satria Indah dengan nilai kontrak Rp 1,565 miliar. Sedangkan untuk pembangunan 80 rumah di Desa Krueng Isep Pante Ara, Kabupaten Nagan Raya, Dinas Mobdukaner Aceh sudah mengontrakkannya kepada PT Fifa Perdana senilai Rp 6,845 miliar.

“Kepada kedua kontraktor yang telah  menandatangani kontrak kita sangat berharap dapat menyelesaikan borongannya tepat waktu, sebelum akhir tahun ini,” kata Putut.

Selain pembangunan 100 rumah translok, kata Putut, dinasnya juga tahun ini ada membuat program penyaluran bantuan pengadaan sarana produksi pertanian (penyaluran benih dan bibit) untuk 100 KK penduduk translok di Desa Lhok Beutong Ateuh. Bantuan benih dan bibit pertanian ini dilakukan, supaya penduduk translok itu bisa kembali mengolah lahan usaha pertanian untuk kebutuhan pangan keluarganya.(her)

Ini Harus Diawasi
KETUA Tim Percepatan dan Pengendalian APBA Setda Aceh, dr Taqwallah mengatakan, program  yang dibuat Dinas Mobduknaker Aceh membangun kembali pemukiman penduduk translok yang rusak akibat bencana banjir, merupakan program yang sangat bagus untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa pemerintah menjamin dan menyediakan pemukiman baru bagi masyarakat yang menjadi korban banjir.

Namun pembangunan kembali 100 rumah itu, kata Taqwallah, harus diawasi dan dikontrol, supaya memenuhi spek kualitas sesuai gambar yang telah diteken bersama antara Dinas Mobilitas Penduduk dan Tenaga Kerja Aceh dengan kontraktor yang mendapat proyek tersebut.

“Seruan dan imbauan ini kami sampaikan karena sudah banyak kejadian dan kasus pembangunan rumah di kawasan transmigrasi dan lainnya, akibat dibangun asal jadi, berakhir di meja pengadilan,” kata Taqwallah.(her)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved