• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Serambi Indonesia

FKA Sikapi Isu Kakao Aceh

Sabtu, 20 April 2013 10:42 WIB
BANDA ACEH - Forum Kakao Aceh (FKA) melaksanakan lokakarya menyikapi berbagai persoalan yang dihadapi petani, termasuk isu terkini seperti gangguan hama penyakit terutama penyakit buah kakao (PBK) serta anjloknya harga jual biji kering kakao.

Informasi yang diterima Serambi menyebutkan, lokakarya diikuti 100 peserta dari unsur pemerintah provinsi, kabupaten/kota, Pengurus FKA Provinsi dan Kabupaten, mitra/NGO, perbankan dan kelompok tani kakao.

Lokakarya bertema: “Menciptakan Stabilitas Pasar Melalui Upaya Peningkatkan Produktifitas dan Mutu Kakao Aceh berlangsung Rabu (17/4) di Aula A Madjid Ibrahim Kantor Bappeda Aceh.

“Lokakarya bertujuan menstimulasi industri perkakaoan di Aceh, yaitu dalam bentuk kesadaran untuk mengelola tanaman kakao secara terpadu, penataan sistem perdagangan yang lebih sehat dan menguntungkan, baik bagi petani kakao sebagai produsen utama maupun stakeholder lainnya secara umum,” lapor pihak panitia.

Ketua FKA, Drs Hasanuddin Darjo MM mengatakan, untuk keberlanjutan dukungan berbagai stakeholder guna meningkatkan volume produksi serta target-target lainnya, ke depan diperlukan upaya-upaya berkelanjutan yang terintegrasi dari pelaku dan pemangku kepentingan dengan adanya program-program yang terarah dan terpadu. Ini penting, karena, menurutHasanuddin Darjo, tren permintaan kakao dunia semakin kompetitif dan selektif. Jaminan terhadap kualitas produksi terutama oleh negara-negara tujuan ekspor yang membutuhkan kakao yang dihasilkan oleh produsen harus memiliki sertifikasi berstandar internasional, yang salah satunya dapat dicapai melalui peningkatan peran FKA.

Saat ini luas lahan kakao Aceh mencapai 75.000 hektare tersebar di hampir 23 kabupaten/kota. Selain itu masih ada sekitar 120.000 hektare lahan telantar potensial untuk ditanami kakao dengan melibatkan sekitar 100.000 petani.

Lokakarya menghadirkan nara sumber antara lain Kepala Bappeda Aceh

dengan materi; “Arah Kebijakan Pemerintah Aceh dalam Mendukung Program Subsektor Perkebunan”, Kadis Perdagangan Aceh (Stabilitas Pasar Kakao Aceh dan Sistem Resi Gudang), Kadis Perkebunan Aceh (Kebijakan Pemerintah Aceh terhadap Peningkatan Mutu Hasil dan Nilai Tambah Komoditi Kakao), Dr Rina Sriwati, Dosen dan Peneliti Fakultas Pertanian Unsyiah (Prospek Pengendalian Biologi Penyakit Busuk Buah Kakao), Kepala BPTP Aceh (Potensi Asap Cair dalam Pengendalian Hama Penyakit pada Kakao), dan Swiss Contact SCPP

(Peningkatan Nilai Tambah Kakao Aceh melalui Sertifikasi dan Fermentasi).(*/nas)
Editor: hasyim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas