BP-SPAM Luncurkan Program Serba Online
Badan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BP-SPAM) meluncurkan program PDAM serba online, WebGIS dengan
BANDA ACEH - Badan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BP-SPAM) meluncurkan program PDAM serba online, WebGIS dengan sistem aplikasi saling integrasi berupa pemetaan online (geographical information system), PDAM billing system, water meter reading online, layanan pembayaran rekening online (counter billing online mobile) dan layanan pembacaan meter air secara online PDAM.
“PDAM kota/kabupaten umumnya masih dalam kondisi ‘sakit’ sehingga pemerintah provinsi memandang perlu adanya penanganan intensif guna mendukung kinerja operasional dan pelayanan. BP SPAM dibentuk untuk membantu masyarakat melalui peningkatan kinerja PDAM dalam menjaga kuantitas, kualitas, dan kontinuitas air”, ujar Kepala BP SPAM Regional Aceh, Drs Azhari Ali MM Ak didampingi Kepala Bidang (Kabid) Teknik dan Pengembangan Teknologi, Khairul Fuady dan Kepala Seksi (Kasi) Teknologi dan Sistem Informasi, Adhifatra Agussalim kepada Serambi di Banda Aceh, Kamis (18/4).
Azhari menjelaskan, sistem berbasis komputer online dan mobile merupakan salah satu kegiatan tindak lanjut dari nota kesepahaman (letter of intent) antara BP SPAM Regional Aceh dengan pemilik (stakeholder) PDAM untuk pengelolaan air minum. Cakupannya dibagi atas tiga zona yaitu, pantai barat-selatan (Meulaboh), pantai utara (Sigli), dan pantai timur (Tamiang/Langsa).
“Kami sudah melakukan sosialisasi di Meulaboh akhir Maret lalu yang dihadiri oleh tujuh PDAM di daerah barat-selatan. Program ini dibiayai oleh pemerintah provinsi sementara pengadaan perangkat dibebankan kepada PDAM kabupaten/kota. Ada pun untuk harga air per kubik akan kami usulkan ke DPRK dan bupati setempat setelah program ini berjalan,” ujarnya menambahkan.
Ia menjelaskan, sistem itu memungkinkan catatan penerimaan tagihan khususnya yang merupakan transaksi penting dapat diketahui secara cepat oleh bagian keuangan untuk selanjutnya dikonsolidasikan dengan catatan transaksi lainnya. Bahkan pimpinan PDAM dapat mengetahui saldo kas secara setiap saat memalui online. Menurutnya selama ini PDAM mengalami defisit karena besarnya tunggakan pelanggan sehingga pembayaran tidak menutupi biaya operasional.
Ditambahkannya, program WebGIS ini murah, mudah, dan berkelanjutan karena mempermudah masyarakat dalam mendapatkan layanan, menekan kerugian PDAM, dan meminimalisir terjadinya human error. Menurutnya hingga saat ini pengelolaan rekening dengan menggunakan komputer sangat dibutuhkan oleh seluruh PDAM sebagai suatu perusahaan yang berhubungan dengan besarnya jumlah pelanggan (costumer base).(nr)