Kamis, 18 Desember 2014
Serambi Indonesia

Batalkan Pengumuman Honorer K-2

Senin, 22 April 2013 09:06 WIB

* Pimpinan DPRK Nagan Raya Akan Temui Menpan

SUKA MAKMUE - Sejumlah pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya dari Komisi A, Minggu (21/4) kemarin berangkat ke Jakarta menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi dan Birokrasi (Menpan & RB), Ir Azwar Abubakar.

Mereka berencana meminta Menteri membatalkan kelulusan 740 orang tenaga honorer kategori 2 (K-2) yang telah diumumkan oleh BKN pusat melalui situs internet www.bkn.go.id beberapa waktu lalu karena dinilai kebanyakan yang lulus tidak pernah melakukan honor.

Ketua DPRK Nagan Raya Samsuardi kepada Serambi, Minggu (21/4) mengatakan, berdasarkan data yang diterima pihaknya terungkap bahwa kebanyakan tenaga honorer K-2 yang telah diluluskan itu adalah honorer fiktif. Artinya, banyak yang tidak pernah honorer malah sudah dinyatakan lulus.

“Pemerintah harus membatalkan kelulusan ini. Sebab sebagian besar tenaga honor yang lulus tersebut adalah anak pejabat dan sama sekali tidak pernah mengabdi,” kata Samsuardi.

Ketua DPRK menyontohkan ada seorang sopir mobil rental jurusan Jeuram-Medan ikut diluluskan dalam kategori 2. Padahal yang bersangkutan tidak pernah mengabdi di Nagan Raya. “Belum lagi sejumlah anak pejabat Nagan Raya yang sedang kuliah di Banda Aceh, juga ikut lulus,” tambahnya.

Ketua DPRK Nagan Raya juga meminta kepada aparat kepolisian di wilayah itu untuk segera mengusut terhadap pengumuman kelulusan tenaga honorer kategori 2 yang sudah ditetapkan oleh BKN pusat. Pasalnya, nama-nama yang diusulkan oleh Pemkab Nagan Raya melalui pihak terkait ditengarai bermasalah dan fiktif.

“Polisi harus mengusut kasus ini dan menangkap siapa saja yang terlibat, karena akibat kasus ini sangat merugikan banyak pihak, khususnya tenaga honorer yang sudah lama mengabdi malah tak lulus,” tegas Samsuardi yang merupakan politisi dari Partai Aceh ini.(edi)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas