A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

KIP Krisis Dana - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 26 Juli 2014
Serambi Indonesia

KIP Krisis Dana

Senin, 22 April 2013 11:18 WIB
* 18 Daerah belum Tersedia Dana Tes Baca Quran

BANDA ACEH - Komisi Independen Pemilihan (KIP) di 18 kabupaten/kota di Aceh mulai mencemaskan persoalan dana untuk pelaksanaan tahapan pemilu legislatif 2014. Seperti halnya dana untuk uji mampu baca Quran, hingga saat ini hanya lima kabupaten/kota yang baru mengalokasikan, sedangkan yang lainnya belum jelas.

Tes uji mampu baca Quran wajib dilaksanakan karena merupakan amanah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh (UUPA). Jadwal tes baca Quran itu sendiri sudah ditetapkan KIP Aceh melalui Surat Keputusan Nomor 03 Tahun 2013 untuk caleg DPRK harus sudah dilaksanakan pada 23 April hingga 22 Mei 2013.

Persoalan belum tersedianya dana untuk tes baca Qurang di 18 kabupaten/kota di Aceh diungkapkan Ketua Pokja Tes Uji Mampu Baca Quran KIP Aceh, Tgk Akmal Abzal SHI kepada Serambi, Minggu (21/4). “Kami sudah mendapat laporan ada 18 KIP Kabupaten/Kota yang sampai saat ini belum tersedia dana untuk tes uji mampu baca Quran bagi caleg DPRK di masing-masing daerah,” kata Tgk Akmal.

Tidak ada penjelasan kenapa 18 daerah tersebut belum mengalokasikan dana untuk tahapan pemilu legislatif 2004, khususnya untuk tes baca Quran. Harusnya sejak jauh-jauh hari sudah disiapkan apalagi kegiatan pemilu merupakan agenda yang sudah terjadwal tahapan-tahapannya.

Pihak KIP Aceh, kata Akmal sudah memberi tahu Gubernur Aceh Zaini Abdullah melalui surat Nomor: 274/1089 Tanggal 16 April 2013. Dalam surat itu, KIP Aceh meminta Gubernur supaya menyurati bupati/wali kota agar dapat segera mengalokasikan dana untuk pelaksanaan tes uji mampu baca Quran bagi caleg DPRK di masing-masing daerah. Kemudian, lanjut Akmal, dalam pertemuan KIP Aceh dengan Gubernur di Meuligoe Gubenur pada 19 April 2013, pihak KIP Aceh kembali menyampaikan hal tersebut kepada Gubernur Zaini Abdullah. “Saya tidak tahu apa gubernur sudah menanggapi surat itu atau belum. Faktanya, saat ini masih ada 18 kabupaten/kota yang tak punya dana untuk tes mampu baca Quran,” kata Akmal.

Ditegaskannya, bila sampai batas waktu yang telah ditetapkan ternyata tes baca Quran belum dilaksanakan KIP kabupaten/kota, akan menjadi masalah besar. “Sebab UUPA mewajibkan setiap caleg DPRA/DPRK di Aceh mengikuti tes baca Quran untuk penentuan lolos atau tidak sebagai caleg. Jangan salahkan KIP bila tak bisa menetapkan satu pun caleg DPRK di 18 daerah itu untuk mengikuti Pemilu 2014,” tandas Akmal.

Selain menerima laporan adanya 18 kabupaten/kota yang belum tersedia dana untuk uji mampu baca Quran, lima kabupaten/kota lainnya sudah menyiapkan dana untuk keperluan itu, yakni Banda Aceh, Sabang, Simeulu, Pidie Jaya, dan Pidie.

Informasi terkait persoalan dana yang disampaikan pihak KIP Aceh ternyata sesuai dengan kenyataan di daerah. Ketua KIP Aceh Tamiang, Izuddin, misalnya, kepada Serambi, Minggu (21/4) mengaku kelimpungan melaksanakan berbagai amanah undang-undang akibat ketidaan dana.

Menurut Izuddin, kewajiban yang diperintahkan UU kepada dalam pelaksanaan pemilu antara lain mengumumkan jadwal pendaftaran, pengumuman daftar calon sementara (DCS), dan daftar calon tetap (DCT). “Semua tahapan ini diwajibkan diumumkan di media,” ujarnya.

Namun, kata Izuddin, karena tak tersedia anggaran untuk pengumuman, pihaknya berinisiatif menyurati parpol untuk menegaskan bahwa pengumuman tidak dapat dilakukan karena tidak ada dana.

Kendala lainnya, kata Izuddin, untuk pembiayaan persiapan pantarlih sampai saat ini belum diketahui dari mana biaya cetaknya, padahal pantarlih perlu mencetak daftar pemilih, stiker yang akan ditempel di rumah-rumah, dan formulir.(sup/sr/md)

Gubernur belum Baca Surat KIP
GUBERNUR Aceh, Zaini Abdullah yang dimintai tanggapannya terhadap persoalan dana yang dihadapi KIP di 18 kabupaten/kota menyatakan belum baca surat KIP Aceh yang pernah dikirim ke pihaknya. Padahal seperti dikatakan Ketua Pokja Tes Uji Mampu Baca Quran KIP Aceh, Tgk Akmal Abzal SHI, pihaknya sudah memberi tahu Gubernur Aceh Zaini Abdullah melalui surat Nomor: 274/1089 Tanggal 16 April 2013 supaya menyurati bupati/wali kota agar segera mengalokasikan dana untuk tes uji mampu baca Quran bagi caleg DPRK di masing-masing daerah.

“Suratnya belum saya baca. Mungkin masih di biro pemerintahan,” kata Zaini singkat sambil berlalu meninggalkan Kantor KIP Aceh usai mengantar salah seorang bakal calon anggota DPD mewakili Aceh, Minggu (21/4).(sup/sr)

Gubernur belum Baca Surat KIP

GUBERNUR Aceh, Zaini Abdullah yang dimintai tanggapannya terhadap persoalan dana yang dihadapi KIP di 18 kabupaten/kota menyatakan belum baca surat KIP Aceh yang pernah dikirim ke pihaknya. Padahal seperti dikatakan Ketua Pokja Tes Uji Mampu Baca Quran KIP Aceh, Tgk Akmal Abzal SHI, pihaknya sudah memberi tahu Gubernur Aceh Zaini Abdullah melalui surat Nomor: 274/1089 Tanggal 16 April 2013 supaya menyurati bupati/wali kota agar segera mengalokasikan dana untuk tes uji mampu baca Quran bagi caleg DPRK di masing-masing daerah.

“Suratnya belum saya baca. Mungkin masih di biro pemerintahan,” kata Zaini singkat sambil berlalu meninggalkan Kantor KIP Aceh usai mengantar salah seorang bakal calon anggota DPD mewakili Aceh, Minggu (21/4).(sup/sr)

Hari Ini Akhir Pendaftaran Caleg

HINGGA Minggu (21/4), baru lima partai politik (parpol) di Aceh yang mendaftarkan calon anggota legislatif (caleg)-nya untuk DPRA. Ketua KIP Aceh, Abdul Salam Poroh mengingatkan, hari ini, Senin 22 April 2013 merupakan hari terakhir pendaftaran caleg DPRA ke Kantor KIP Aceh. “Itu pun dibatasi sampai pukul 16.00 WIB,” kata Poroh.

Menurutnya, dari 15 parpol yang resmi ikut menjadi peserta pemilu legislatif pada 9 April 2014 yang telah mendaftarkan caleg DPRA-nya ke Kantor KIP Aceh sampai pukul 18.00 WIB Minggu (21/4) kemarin, baru lima parpol. “Kelima parpol itu adalah PKS, PAN, Partai Demokrat, PDI-P, dan Partai Hanura,” kata Abdul Salam Poroh.

Menurut Poroh, dari lima parpol yang telah mendaftarkan caleg DPRA-nya ke Kantor KIP Aceh, ada partai yang belum memenuhi kuota maksimalnya 100 persen, yaitu PDI-P. Partai ini baru mendaftarkan 77 orang atau 96 persen dari 81 kursi calon anggota legislatif untuk DPRA pada tahun 2014. Empat parpol lagi, yaitu PKS, PAN, Parati Demokrat dan Partai Hanura, dikabarkan memenuhi kuota maksimalnya 81 orang.

Ketua PDI-P Aceh, H Karimun Usman yang dimintai penjelasannya membenarkan jumlah caleg untuk DPRA yang didaftarkan PDI-P ke kantor KIP Aceh baru 96 persen, atau 77 orang dari kuota penuhnya 100% atau sebanyak 81 kursi yang akan tersedia di DPRA pada tahun 2014.

Dari sepuluh daerah pemilihan (dapil) yang terdapat di Aceh, kata Karimun, beberapa dapil tidak penuh. Antara lain dapil I yang meliputi Aceh Besar, Banda Aceh, dan Sabang, dapail II meliputi Pidie dan Pidie Jaya, dapil Aceh Tamiang dan Langsa, kemudian dapil Aceh Utara dan Lhokseumawe.

Sementara itu, Wakil Ketua KIP Aceh, Ilham Saputra berkomentar tentang saran Gubernur Aceh agar dalam pendaftaran caleg parpol KIP Aceh dan kabupaten/kota cukup menggunakan Qanun Nomor 3 Tahun 2008 tentang Partai Politik Lokal Pemilu Anggota DPRA dan DPRA.

KIP akan terima jika ada parpol yang mendaftarkan calegnya mencapai 120 persen untuk penetapan calon anggota legislatif sementara. Tapi sampai Minggu sore kemarin, dari lima parpol yang telah mendaftarkan caleg DPRA-nya ke Kantor KIP Aceh, belum ada yang mendaftarkan caleg DPRA-nya mencapai 120 persen (97 orang caleg) dari kuota kursi anggota DPRA untuk pemilu legislatif 2014 mendatang sebanyak 81 kursi.

Sekretaris KIP Aceh, Drs Darmansyah Mansur MM mengatakan, umumnya untuk calon anggota DPD RI yang persyaratannya masih kurang, karena mereka pada saat meneken berbagai formulir yang menjadi persyaratan, tidak menemelkan materai Rp 6.000. “Karena mendaftarnya sudah sore dan di Kantor KIP Aceh, tidak ada menjual materai 6.000, maka persyaratan yang masih kurang akan disusul hari ini, sampai pukul 16.00 WIB,” ujarnya.

Mengenai calon anggota legislatif untuk DPD RI, Salam Poroh dan Ilham Saputra menyebutkan, jumlahnya sudah mencapai 24 orang. Sebanyak 22 orang sudah melengkapi persyaratan pendaftaran. Dua orang lagi, yakni Fadlun dan Fauzan Azima, akan melengkapi persyaratan yang masih kurang pada hari ini.

Dari 24 orang yang telah mendaftar, tiga di antaranya anggota DPD RI asal Aceh yang terpilih lima tahun lalu, yaitu Bahrum Manyak, Mursyid dan Tgk Abdurrahman BTM, kembali mendaftar menjadi calon anggota DPD RI untuk masa jabatan lima tahun ke depan. (her)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas