Minggu, 30 Agustus 2015

KIP Krisis Dana

Senin, 22 April 2013 11:18

BANDA ACEH - Komisi Independen Pemilihan (KIP) di 18 kabupaten/kota di Aceh mulai mencemaskan persoalan dana untuk pelaksanaan tahapan pemilu legislatif 2014. Seperti halnya dana untuk uji mampu baca Quran, hingga saat ini hanya lima kabupaten/kota yang baru mengalokasikan, sedangkan yang lainnya belum jelas.

Tes uji mampu baca Quran wajib dilaksanakan karena merupakan amanah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh (UUPA). Jadwal tes baca Quran itu sendiri sudah ditetapkan KIP Aceh melalui Surat Keputusan Nomor 03 Tahun 2013 untuk caleg DPRK harus sudah dilaksanakan pada 23 April hingga 22 Mei 2013.

Persoalan belum tersedianya dana untuk tes baca Qurang di 18 kabupaten/kota di Aceh diungkapkan Ketua Pokja Tes Uji Mampu Baca Quran KIP Aceh, Tgk Akmal Abzal SHI kepada Serambi, Minggu (21/4). “Kami sudah mendapat laporan ada 18 KIP Kabupaten/Kota yang sampai saat ini belum tersedia dana untuk tes uji mampu baca Quran bagi caleg DPRK di masing-masing daerah,” kata Tgk Akmal.

Tidak ada penjelasan kenapa 18 daerah tersebut belum mengalokasikan dana untuk tahapan pemilu legislatif 2004, khususnya untuk tes baca Quran. Harusnya sejak jauh-jauh hari sudah disiapkan apalagi kegiatan pemilu merupakan agenda yang sudah terjadwal tahapan-tahapannya.

Pihak KIP Aceh, kata Akmal sudah memberi tahu Gubernur Aceh Zaini Abdullah melalui surat Nomor: 274/1089 Tanggal 16 April 2013. Dalam surat itu, KIP Aceh meminta Gubernur supaya menyurati bupati/wali kota agar dapat segera mengalokasikan dana untuk pelaksanaan tes uji mampu baca Quran bagi caleg DPRK di masing-masing daerah. Kemudian, lanjut Akmal, dalam pertemuan KIP Aceh dengan Gubernur di Meuligoe Gubenur pada 19 April 2013, pihak KIP Aceh kembali menyampaikan hal tersebut kepada Gubernur Zaini Abdullah. “Saya tidak tahu apa gubernur sudah menanggapi surat itu atau belum. Faktanya, saat ini masih ada 18 kabupaten/kota yang tak punya dana untuk tes mampu baca Quran,” kata Akmal.

Ditegaskannya, bila sampai batas waktu yang telah ditetapkan ternyata tes baca Quran belum dilaksanakan KIP kabupaten/kota, akan menjadi masalah besar. “Sebab UUPA mewajibkan setiap caleg DPRA/DPRK di Aceh mengikuti tes baca Quran untuk penentuan lolos atau tidak sebagai caleg. Jangan salahkan KIP bila tak bisa menetapkan satu pun caleg DPRK di 18 daerah itu untuk mengikuti Pemilu 2014,” tandas Akmal.

Selain menerima laporan adanya 18 kabupaten/kota yang belum tersedia dana untuk uji mampu baca Quran, lima kabupaten/kota lainnya sudah menyiapkan dana untuk keperluan itu, yakni Banda Aceh, Sabang, Simeulu, Pidie Jaya, dan Pidie.

Halaman1234
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas