Rabu, 10 Juni 2026

Citizen Reporter

Welcoming Tea untuk Mahasiswa Unsyiah

MINGGU, 15 April 2013 pukul 11.25 WIB, cuaca cerah di Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, sehingga proses

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Welcoming Tea untuk  Mahasiswa Unsyiah
DWI PRAGASA ANANDA
OLEH DWI PRAGASA ANANDA, Mahasiswa Program Kelas Internasional Fakultas Hukum Unsyiah, melaporkan dari Kuala Lumpur

MINGGU, 15 April 2013 pukul 11.25 WIB, cuaca cerah di Bandar  Udara Internasional Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, sehingga proses take off pesawat yang akan membawa kami ke Kuala Lumpur berjalan mulus.

Saya bersama 17 mahasiswa Program Kelas Internasional Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) selama tiga minggu akan mengikuti Student Exchange Program/Program Pertukaran Mahasiswa di University of Malaya (UM), salah satu universitas terbaik dan tertua di Malaysia dengan reputasi globalnya.

Program Pertukaran Mahasiswa yang kami ikuti ini diawali secara resmi pada Senin, 16 April  2013. Seperti halnya  di  Indonesia  adat jamuan  tamu  atau  penyambutan  tamu,   di  Malaysia  juga ada adat  jamuan seperti ini. Itulah  kegiatan  pertama  kami  di  Universiti of Malaya. Mereka  menyebutnya dengan istilah Welcoming  Tea, sebuah nomenklatur Barat untuk kegiatan jamuan tamu dengan tetap mempertahankan nilai-nilai adat Melayu.

Secara umum tidak banyak yang berbeda dalam cara penyambutan  tamu dalam adat kita di Indonesia dengan adat Malaysia, saya rasa. Kami  duduk  bersama dan berbaur dengan  mahasiswa  dari  University of Malaya, teman-teman baru kami yang akan mendampingi kami selama berlangsung program.

Acara welcoming tea ini bertempat di ruang pertemuan Fakulti Perundang-Undangan. Dekan Fakulti Perundang-Undangan (Fakultas Hukum) dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihak UM sangat senang karena pada kesempatan ini bisa menerima mahasiswa Unsyiah dalam program pertukaran mahasiswa. Ini adalah kali pertama pihak UM menerima delegasi mahasiswa Aceh, sebelumnya mereka sering menerima mahasiswa dari universitas di Pulau Jawa.

Semangat sebagai saudara serumpun ditekankan oleh Dekan Fakulti Perundang-Undangan bagi mahasiswa kedua universitas, walaupun banyak kesamaan, tapi tentu ada perbedaan untuk bisa saling memahami dan mendukung bagi kemajuan para mahasiswa.

Selama masa program ini, kepada kami mahasiswa Unsyiah, akan diperkenalkan hukum Malaysia, negara yang menerapkan sistem hukum Common Law walaupun dewasa ini telah terjadi banyak perubahan dalam sistem hukumnya yang disebabkan pengaruh globalisasi.

Banyak hukum di Malaysia yang telah direvisi sebagai akibat dari bergabungnya Malaysia di dalam berbagai perjanjian internasional untuk menjembatani hubungan antara Malaysia dengan negara lain dalam berbagai bidang.

Sebuah kesempatan yang sangat berharga bagi kami dapat mengikuti program ini. Mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan baru yang tidak diperoleh selama di kampus, mengenal tata hukum Malaysia, di samping hal-hal baru lainnya.

Welcoming tea yang diakhiri dengan makan-makan ini mengingatkan saya akan adat kita di Aceh, di mana makan-makan selalu jadi penutup acara dan menambah keakraban antara tamu dengan tuan rumah.

Setelah makan-makan keakraban lebih terasa menguat di antara mahasiswa kedua universitas. Tanya jawab dengan teman-teman  dari  Universiti Malaya  seputar  hukum,  mata  kuliah,  kampus,  sampai  budaya menjadi  kegiatan  tambahan  yang  kami  buat  sendiri  di luar  jadwal  yang  telah  ditentukan  panitia.

Perbedaan  sosial  budaya  tidak seharusnya menjadi faktor penghambat untuk kemajuan. Kita akan selalu menemui berbagai perbedaan, akan tetapi yang penting bagi mahasiswa, saya rasa, adalah bagaimana kita mampu berdaptasi dengan tetap mempertahankan nilai-nilai agama dan budaya.

Kemajuan yang telah dicapai Universiti Malaya ini seharusnya juga bisa dicapai oleh Unsyiah di masa yang akan datang. Manfaat dari kemajuan sebuah universitas akan turut dirasakan oleh masyarakat, termasuk mahasiswanya.  Program pertukaran mahasiswa ini salah satu cara untuk membuka wawasan mahasiswa untuk bisa berpikir out of the box  dari keadaan dan kebiasaan selama ini.

Oleh  karena  itu, setiap  waktu harus dimanfaatkan  semaksimal  mungkin, terutama bagi kami yang berkesempatan mengikuti program internasional ini.
[email penulis: dwipragasa11@gmail.com]

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved