Sabtu, 25 April 2015

1.200 Caleg Siap Tarung

Selasa, 23 April 2013 11:26

BANDA ACEH - Sebanyak 1.200 lebih bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dari 15 partai politik nasional dan lokal resmi mendaftar ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh. Para bacaleg ini akan bertarung memperebutkan 81 kursi di DPRA pada Pemilu Legislatif 2014.

Sampai hari terakhir pendaftaran, Senin 22 April 2013, seluruh partai politik peserta pemilu di Aceh sudah menyerahkan berkas bacaleg ke KIP Aceh. Pendaftaran bacaleg parpol terbanyak terjadi pada hari terakhir, mencapai 10 parpol. Parpol yang mendaftarkan calegnya menjelang ‘deadline’ masing-masing Gerindra, Golkar, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Aceh, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Damai Aceh (PDA), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dan Partai Nasional Aceh (PNA).

Pantauan Serambi, menjelang penutupan pendaftaran pada pukul 16.00 WIB, beberapa partai politik terus berdatangan secara bersamaan untuk menyerahkan berkas caleg hingga membuat suasana di lantai II Sekretariat KIP Aceh, tampak padat. Sementara lima partai politik lainnya sudah lebih dulu mendaftarkan bakal calegnya beberapa hari sebelum jadwal pedaftaran ditutup, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hanura, dan Demokrat.

Ketua Kelompok Kerja Pencalonan Anggota DPRA, Yarwin Adi Dharma SPt kepada wartawan mengatakan, semua parpol peserta pemilu telah menyerahkan berkas bakal caleg sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.

“Sampai pukul 15.40 WIB semua partai politik sudah mendaftar. Bahkan ada partai yang datang secara bersamaan seperti Nasdem, PKPI dan PNA. Semuanya diterima tim Sekretariat KIP. Kita perkirakan ada 1.200 bakal calon yang sudah mendaftar dari 15 partai politik,” kata Yarwin.

Menurut Yarwin, semua berkas bakal caleg dari parpol akan diverifikasi lebih lanjut oleh tim yang sudah dibentuk KIP dimulai pada 23 April sampai 6 Mei. Yarwin juga mengingatkan para bakal caleg yang sudah mendaftar tidak melakukan hal-hal yang dapat membuat pencalonannya dibatalkan. Seperti memalsukan syarat administrasi, termasuk ijazah yang dikeluarkan dayah dan pesantren. “Kita sudah mendapat kiriman daftar 179 dayah dan pesantren dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh sebagai institusi pendidikan yang berhak mengeluarkan ijazah,” ujarnya.

Menurut Yarwin pada Pasal 298 UU Nomor 8 Tahun 2012 disebutkan sanksi bagi bakal caleg yang memalsukan ijazah dipidana dengan pidana penjara enam tahun dan denda paling banyak Rp 72 juta.

Halaman12345
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas