Selasa, 9 Juni 2026

Gubernur: Wujudkan Seluruh Janji

Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah melantik H Teuku Sama Indra SH dan Kamarsyah MM masing-masing sebagai Bupati dan Wakil

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Gubernur: Wujudkan Seluruh Janji
SERAMBI / TAUFIK ZASS
Gubernur Aceh Zaini Abdullah atas nama Menteri Dalam Negeri RI, melantik dan mengambil sumpah Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan periode 2013 -2018, dalam Sidang paripurna DPRK Aceh Selatan, Senin (22/4).
* Arahan kepada Bupati Aceh Selatan
* Ketua DPRK Ucapkan Innalillahi

TAPAKTUAN – Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah melantik H Teuku Sama Indra SH dan Kamarsyah MM masing-masing sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan periode 2013-2018 di gedung DPRK setempat, Senin (22/4). Gubernur mengingatkan agar bupati dan wakilnya membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dalam mewujudkan seluruh janji-janji (politik)-nya kepada rakyat.

Pengambilan sumpah dan pelantikan bupati/wakil bupati terpilih hasil Pilkada Aceh Selatan pada 26 Januari lalu itu berlangsung dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRK Aceh Selatan di gedung DPRK yang dipimpin Ketua DPRK Safiron.

Menandai pembukaan rapat paripurna istimewa itu, Safiron mengetuk palu sidang satu kali dan berucap, “Innalillahi wainna ilaihi rajiun.”

Tanpa menjelaskan makna dan konteks ucapannya itu, Safiron melanjutkan, “DPRK Aceh Selatan tetap mendukung pasangan bupati dan wakil bupati terpilih asalkan sesuai rel dan sesuai visi misi di hadapan DPRK waktu lalu.”

Tgk Safiron, selain Ketua DPRK Aceh Selatan juga mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Ia masuk ke jajaran legislatif dari Partai Aceh (PA), partai yang juga mengusung calon bupati/wakil bupati dalam Pilkada Aceh Selatan Januari lalu.

Safiron meminta maaf kepada hadirin, karena pelaksanaan rapat paripurna istimewa itu molor tiga jam dari yang seharusnya, pukul 08.30 WIB.

Sementara itu, Gubernur Zaini Abdullah mengingatkan bahwa bupati dan wakil bupati terpilih yang dilantik kemarin bukan lagi milik partai pengusung (di antaranya Partai Demokrat dan PAN -red), melainkan sudah menjadi milik seluruh rakyat Aceh Selatan. “Oleh sebab itu, Saudara berdua harus mampu menyatukan semangat dan kebersamaan demi melaksanakan amanah rakyat,” ujar Gubernur Zaini. Gubernur menyatakan, bupati dan wakilnya sudah ditunggu oleh tugas berat, yakni membangun Aceh Selatan untuk ke luar dari kemiskinan dan kesenjangan sosial.

“Saudara berdua tentu harus dapat mempertahankan kejayaan Aceh Selatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Aceh di kawasan pantai barat selatan. Sebab, sampai saat ini pertumbuhan ekonomi Aceh Selatan masih di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi Aceh, yakni 4,3 persen per tahun. Ini jelas belum memuaskan,” ulas Doto Zaini.

Potensi yang dimiliki Aceh Selatan, menurut Gubernur Aceh, cukup besar. Dengan berbagai kekayaan sumber daya alamnya, seharusnya pertumbuhan ekonomi Aceh Selatan bisa di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Aceh saat ini. “Saya percaya Saudara berdua dapat mewujudkannya dalam setahun ke depan,” imbuh Zaini.

Ia sarankan agar bupati dan wakil bupati harus tetap kompak hingga akhir jabatan, jangan cuma saat pilkada. Tempatkanlah masyarakat sebagai aktor utama dalam pembangunan Aceh Selatan. “Jadilah pemimpin pelayan masyarakat yang jelas dan tegas.”

Dalam kesempatan itu, Gubernur Aceh juga menyampaikan pesan agar bupati/wakil bupati baru bersama DPRK segera menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh Selatan 2013–2018 sesuai dengan visi–misi.

Selain itu, bangun tata kelola pemerintahan sebagai organisasi pemerintah yang amanah dan berpihak kepada kepentingan rakyat, tanpa diskriminasi, sehingga masyarakat percaya dan mau berpartisipasi membangun Aceh Selatan yang lebih maju dan mandiri. Pesan lainnya, untuk menjawab tantangan pembangunan yang kian kompleks, tingkatkan terus kapasitas aparatur. “Jangan sampai ada pengangkatan jabatan di lingkungan SKPK yang dilakukan atas dasar hubungan personal dan relasi politik partai pendukung.”

Terakhir, Gubernur mengimbau Bupati Teuku Sama Indra dan wakilnya membangun komunikasi dan kerja sama yang baik, konstruktif, dan fungsional dalam mewujudkan seluruh janji-janji kepada rakyat yang memberikan mandatnya kepada mereka.

Bupati dan wakilnya kemarin juga menandatangani pakta integritas. Dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan antara pejabat lama diwakili Daska Azis (mantan wakil bupati Aceh Selatan) dengan bupati dan wakil bupati yang baru.

Di samping Muspida Aceh Selatan, tamu lain yang terlihat hadir adalah Bupati Aceh Barat HT Alaidinsyah, Bupati Abdya Jufri Hasanuddin, Wali Kota Subulussalam Merah Sakti SH, Bupati Aceh Singkil Safriadi SH, Sekda Singkil M Yakob KS, Wabup Simeulue, Wabup Aceh Jaya, Wabup Nagan Raya, Plh Bupati Aceh Selatan Harmaini, mantan bupati Aceh Selatan Ir HT Machsalmina Ali, mantan sekda Aceh Selatan Drs T Meurah Hasan, dan anggota DPR RI M Nasir Jamil. (tz/nun)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved