Krisis Solar belum Teratasi
Stok bahan bakar minyak (BBM) jenis solar disejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Lhokseumawe dan Aceh
LHOKSUKON - Stok bahan bakar minyak (BBM) jenis solar disejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Lhokseumawe dan Aceh Utara hingga kini masih kosong. Ekses dari krisis solar yang belum teratasi itu, sejumlah kendaraan harus berhenti beroperasi. Seperti
terlihat di SPBU Ceumpeudak, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Senin (22/4), sembilan kendaraan yang terdiri dari truk barang dan mobil angkutan umum terpaksa parkir di SPBU itu karena kehabisan bahan bakar jenis solar. Sementara stok solar di SPBU tersebut juga kosong.
“Truk itu sempat antre untuk mendapatkan solar. Namun, stok kami juga habis. Sehingga, mereka terpaksa parkir di SPBU. Setahu saya solar juga kosong di SPBU lain,” ujar Pengelola SPBU Ceumpeudak, Edi Zulfikar, kepada Serambi, kemarin.
Di Stasiun Pompa Daerah Nelayan (SPDN) Bina Sejahtera Pusong, Lhokseumawe, stok solar juga kosong. Manajer SPDN Bina Sejahtera Pusong, Morando menyatakan, solar sudah kosong di SPDN itu sejak 15 April 2013. “Tapi, hari ini (kemarin-red) di SPBU, solar juga kosong total. Karena kami tidak bisa sediakan solar, nelayan tak bisa melaut. Saya sudah laporkan kelangkaan solar ke Depo Pertamina Lhokseumawe,” jelasnya.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Ulee Pulo, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Krisis solar di tempat itu juga belum teratasi. Bahkan, di depan SPBU itu ditaruh pamplet yang bertuliskan, “Maaf Solar Habis”. Sejumlah warga yang membawa jeriken ke SPBU itu terpaksa membawa pulang jeriken kosong tanpa mendapat solar. “Sudah beberapa hari saya datang ke SPBU itu, solarnya selalu tidak ada. Menurut petugas SPBU, solar belum masuk,” kata Abdullah, warga Dewantara kepada Serambi, kemarin.
Sementara itu, Sulaiman (38) nelayan Bluka Teubai juga mengaku belum melaut secara maksimal, karena belum bisa mendapatkan solar sesuai kebutuhan. “Kami berharap persoalan ini segera diatasi,” pintanya.(bah/c46/c37)