A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Biaya Perpisahan SMPN2 Rp 350.000 - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Serambi Indonesia

Biaya Perpisahan SMPN2 Rp 350.000

Rabu, 24 April 2013 09:19 WIB
* MPD Agara: Ganti Kepsek

KUTACANE - Sekolah menengah pertama negeri 2 (SMPN2) Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara (Agara) menetapkan biaya perpisahan yang dilaksanakan di Medan untuk seluruh siswa kelas III sebesar Rp 350.000. Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Agara meminta pihak terkait mengganti kepala sekolah (Kepsek) tersebut karena telah membebani siswa dengan biaya yang tak perlu.

Hal tersebut terungkap, setelah salah seorang siswa kelas III SMPN2 Lawe Sigala-gala di Desa Lawe Desky, Kecamatan Babul Makmur, bernama Istifar disuruh pulang pihak sekolah saat hendak mengikuti Ujian Nasional (UN) pada hari kedua, Selasa (23/4) pagi. Penyebabnya, siswa tersebut belum membayar uang perpisahan Rp 350.000 dan harus melunasi, kalau mau ikut UN.

Tak pelak, siswa tersebut yang telah tiba sejak pagi di sekolah, harus kembali pulang ke rumah untuk meminta uang kepada orangtuanya agar bisa ikut UN. “Dengan menangis, anak saya meminta kepada ibunya agar mencari uang perpisahan agar bisa ikut UN lagi,” kata Arsyad, ayah Istifar kepada Serambi, Selasa (23/4).

Arsyad menyatakan istrinya terpaksa mencari uang dengan meminjam kepada tetangga agar anaknya bisa ikut UN. “Setelah uang didapat, anak saya kembali ke sekolah dan langsung bisa ikut UN bersama siswa lainnya yang sudah mulai mengisi lembaran jawaban soal,” ungkapnya.

Dia mengaku bingung, di tengah-tengah biaya sekolah gratis, tetapi tempat anaknya bersekolah ditetapkan biaya yang memberatkan para wali murid. “Apakah untuk mengikuti UN harus membayar dahulu biaya perpisahan,” tanyanya. Dia mengaku, sebagai keluarga kurang mampu, biaya yang ditetapkan pihak sekolah sangat memberatkan pihaknya.

Seharusnya, katanya, untuk membuat acara perpisahan dapat dilakukan secara sederhana, karena sebagian besar wali murid berasal dari keluarga kurang mampu. “Kalau pihak sekolah punya rencana membuat acara perpisahan, seharusnya tidak musti ke Medan, tetapi di sekolah saja secara sederhana,” tandas orangtua Istifar.(as)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas