• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Serambi Indonesia

20 Ton Bawang Ilegal Disita

Kamis, 25 April 2013 08:33 WIB
20 Ton Bawang Ilegal Disita
SERAMBI/FERIZAL HASAN
Polisi memuat bawang ilegal ke dalam truk reo yang disita di kawasan Desa Samuti, Kecamatan Gandapura, Bireuen, Rabu (24/4).
BIREUEN - Aparat Polres Bireuen bersama anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) dan masyarakat, Rabu (24/4), menyita 20 ton bawang bombay, di kawasan Desa Mon Keulayu dan Samuti Makmur, Kecamatan Gandapura, Bireuen. Bawang ilegal tersebut sudah diamankan ke Mapolres setempat.

Informasi yang dihimpun Serambi, kemarin, bawang tersebut diduga diselundupkan dari Aceh Timur melalui Kuala Ceurape Jangka yang berbatasan dengan Desa Mon Keulayu menggunakan boat nelayan tiga hari lalu. Bawang dalam karung warna merah itu disimpan di rumah Zainuddin dan rumah M Yusuf (Keduanya warga Mon Keulayu), rumah Yahya (warga Samuti Makmur), serta di depan kilang padi kawasan Desa Samuti Makmur.

Warga Mon Keulayu dan Samuti Krueng yang mengetahui adanya bawang illegal di desa mereka melaporkan ke Polsek Gandapura dan Polres Bireuen. “Kami tidak mau ada barang illegal di simpan di desa kami, makanya kami lapor ke polisi,” ujar beberapa warga setempat yang tak mau namanya dipublikasi kepada Serambi, kemarin.

Mendapat informasi ada bawang selundupan di kawasan dua desa itu, beberapa anggota Polsek Gandapura yang dipimpin Kapolsek Iptu Syarifah bersama anggota Polres Bireuen dibantu anggota Koramil Gandapura, menuju ke lokasi. Selanjutnya mengangkut bawang ilegal itu ke Mapolres Bireuen dengan dua truk reo.

Pantauan Serambi di lokasi penemuan bawang ilegal itu, sejumlah anggota Polres dan Polsek Gandapura yang berseragam lengkap menaikkan bawang tersebut ke truk. Sementara beberapa petugas  lainnya yang bersenjata laras panjang terlihat berjaga-jaga di lokasi. Sejumlah warga setempat juga memadati lokasi penyimpanan bawang ilegal itu.

Zainuddin mengatakan, bawang itu milik H Sopian, warga Idi, Aceh Timur tiba di desanya tiga hari alu. Menurutnya, pemilik bawang menyewa rumahnya dan rumah M Yusuf masing-masing Rp 500.000 untuk tempat menyimpan bawang tersebut. “Awalnya, saya tidak tahu kalau bawang itu adalah bawang illegal atau hasil selundupan. Sampai sekarang sewa rumah kami belum dibayar oleh pemilik bawang, karena menurut pemilik bawang sewa rumah akan dibayar setelah bawang habis terjual,” jelas M Yusuf.(yus/c38)

Tetap Diproses

KITA masih selidiki apakah bawang itu adalah bawang yang ditimbun atau bawang hasil penyelundupan. Bawang sekitar 20 ton itu telah kami amankan di Mapolres. Karena bawang itu mudah busuk, dalam waktu dekat rencananya akan kita musnahkan. Tapi, kasus tersebut tetap kita diproses. Kami menyambut baik laporan masyarakat yang sudah membantu tugas kepolisian. Ke depan, kami berharap jika ada kasus yang sama segera dilaporkan ke pihak berwajib agar dapat segera ditindaklanjuti.
* AKBP Yuri Karsono SIK, Kapolres Bireuen.(yus/c38)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
182714 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas