A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

37 Unit Kapal Ikan Untuk Mantan Kombatan - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 21 Agustus 2014
Serambi Indonesia

37 Unit Kapal Ikan Untuk Mantan Kombatan

Kamis, 25 April 2013 14:27 WIB
BANDA ACEH - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh memprogramkan pengadaan 37 unit kapal tangkap ikan berkapasitas 40 Gross Ton (GT). Kapal tersebut nantinya akan diserahkan kepada kelompok nelayan dan mantan kombatan di sejumlah kabupaten/kota.

Kontrak pengadaan kapal tersebut telah diteken Selasa (22/4), di Aula DKP Aceh, yang ditangani perusahaan rekanan pemenang tender dalam lelang terbuka. Nilai kontraknya mencapai Rp 98,2 miliar, dengan waktu pekerjaan selama delapan bulan.

Kepala DKP Aceh, Dr Raihanah MSi, melalui Kepala Bidang Tangkap, Endin Sapruddin, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Pelaksana Proyek Pengadaan Kapal Tangkap Ikan menjelaskan, pengadaan kapal yang dilakukan itu lengkap bersama mesin kapal, alat tangkap atau jaring ikan, kompas/GPS, alat komunikasi dan peralatan lainnya yang dibutuhkan nelayan.

Ketua Tim Percepatan dan Pengendalian Kegiatan (P2K) APBA Setda Aceh, dr Taqwallah MKes menyarankan pengadaan kapal-kapal itu perlu diawasi secara ketat. “Kalau dilihat masa kontrak pembuatan kapal itu panjangnya delapan bulan. Masa kontrak itu jangan dianggap enteng oleh pihak rekanan. Karena untuk mendapatkan kayu berkualitas sangat sulit di Aceh maupun di luar Aceh,” ujarnya.

Peringatan serupa juga disampaikan Wakil Ketua II DPRA, Drs H Sulaiman Abda MSi. Ia mengatakan, hampir semua program pengadaan kapal tangkap ikan yang pernah dilaksanakan Pemerintah Aceh bermasalah.

“Untuk pengadaan kali ini diharapkan hendaknya tidak menimbulkan masalah hukum lagi. Karena jika itu terjadi, tidak hanya Pak Gubernur saja yang kecewa, tetapi kelompok nelayan calon penerima bantuan kapal ikut kecewa, jika hasil pembuatan kapalnya tidak sempurna dan berkualitas.(her)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas