Selasa, 9 Juni 2026

Kedai Ayam Potong Dibakar

Kedai ayam potong di pinggir Jalan T Abdul Rahman Meunasah Meucab, Gampong Lamjamee, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh

Tayang:
Editor: bakri
* Diduga Efek Persaingan Bisnis

BANDA ACEH - Kedai ayam potong di pinggir Jalan T Abdul Rahman Meunasah Meucab, Gampong Lamjamee, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, musnah terbakar Rabu (24/4) dinihari. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut, karena ada dugaan kedai milik Abdul Karim (31), warga Lampoh Daya, Kecamatan Jaya Baru, dibakar.

Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Seluruh barang milik Abdul Karim --termasuk puluhan ekor ayam milik warga yang dititipkan di kedai itu-- hangus jadi abu. Meski tak ada korban jiwa, namun kerugian akibat kebakaran itu ditaksir belasan juta rupiah.

Sementara terkait dugaan kedai tersebut dibakar, didasari beberapa indikasi. Antara lain, di kedai itu tidak ada sambungan listrik yang bisa memicu kebakaran jika terjadi korslet. Pemilik kedai itu juga tidak menyimpan bensin atau minyak tanah, serta benda-benda lain yang bisa memicu terjadinya kebakaran.

Indikasi lainnya, setelah kebakaran itu terjadi, warga di sekitar lokasi kejadian sempat melarikan seorang warga ke Rumah Sakit Umum (RSU) Meuraxa Banda Aceh, karena warga tersebut mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Warga itu disebut-sebut bergelut di bisnis yang sama.

Selain itu, Abdul Karim sendiri juga sudah menyerahkan nama seorang warga kepada polisi, karena warga tersebut selama ini dinilai tidak senang terhadap keberhasilan usahanya.

“Meski indikasinya kedai ayam potong itu dibakar, tapi sejauh ini kami belum bisa menyimpulkan. Kami perlu mendalami dan menyelidikinya,” kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Moffan MK SH, didampingi Kapolsek Jaya Baru, AKP Mughi Prasetyo SIK kepada Serambi, kemarin.(mir)

Hilang Tumpuan Hidup
ABDUL Karim kepada Serambi mengungkapkan, usaha ayam potong itu dirintisnya beberapa waktu lalu. Ia bisa membuka usaha tersebut dengan menyisihkan gaji sedikit demi sedikit, saat ia bekerja di bidang usaha yang sama sejak beberapa tahun lalu.

“Karena saya merasa mampu, saya lalu pamit pada toke untuk mendirikan usaha sendiri. Tapi sekarang harapan saya sudah pupus dengan kebakaran ini. Usaha ini adalah tumpuan hidup saya untuk menafkahi istri dan empat anak-anak saya,” ujar Abdul Karim.

Abdul mengungkapkan, selama ada ada seseorang yang ia nilai tidak senang pada usahanya. Menurut Abdul, ketidaksenangan itu timbul karena usaha miliknya tergolong berkembang dengan baik. Setiap hari, kata Abdul, selalu ada permintaan ayam potong dari warga sekitar. “Saya percayakan penuh pengusutan kasus ini kepada polisi,” ucap Abdul Karim.(mir)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved