Mobil Pengangkut BBM Terbakar
Sebuah pikap jenis Carry BL 8138 E warna hitam yang mengangkut bensin, solar, dan minyak tanah, serta satu tabung gas, Kamis
MEULABOH - Sebuah pikap jenis Carry BL 8138 E warna hitam yang mengangkut bensin, solar, dan minyak tanah, serta satu tabung gas, Kamis (25/04/2013) sekitar pukul 10.45 WIB terbakar di lintasan Meulaboh-Sungai Mas kawasan Desa Pungki, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat.
Ceceran minyak dari pinggir jalan yang disambar api menyebabkan sebuah rumah milik Tgk Ibrahim ikut terbakar. Malah seorang anaknya bernama Muhibuddin (26) terbakar di kaki ketika minyak yang tumpah dari mobil bersama kobaran api menjalari kaki sang anak.
Sedangkan sopir yang membawa mobil nahas itu berhasil menyelamatkan diri. Namun, ia sudah diamankan di Mapolsek Kaway XVI untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Serambi dari sejumlah warga di lokasi kejadian, pikap Carry yang dikemudikan M Yunus (35), warga Gampong Baro, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat, itu sedang melintas dari Meulaboh menuju ke kediaman M Yunus.
Setiba di Desa Pungki, Kecamatan Kaway XVI, M Yunus mendengar teriakan warga yang menyatakan ada kobaran api di bagian knalpot mobil yang sedang ia kendarai.
Yunus langsung berhenti dan ke luar dari mobilnya. Tapi saat itu api yang membakar bagian belakang mobilnya kian membesar, sehingga ia terpaksa meminggirkan mobil tersebut ke sisi kiri jalan. Namun bukannya berhasil, minyak yang tumpah dari bagian belakang mobil itu justru menjalar ke kediaman Tgk Ibrahim. Celakanya lagi, tumpahan minyak itu langsung disambar api, sehingga menyebabkan kebakaran hebat di rumah Tgk Ibrahim yang berjarak sekitar sepuluh meter dari lokasi terbakarnya mobil.
Warga di sekitar lokasi kejadian spontan berusaha memadamkan api dan memberikan pertolongan. Namun, upaya warga kalah cepat dibanding jilatan api yang begitu cepat berkobar. Bahkan sebagian besar harta benda milik Tgk Ibrahim ikut ludes.
Mobil yang terbakar itu juga mengeluarkan suara ledakan, sehingga warga tambah khawatir. Selain itu arus kendaraan di lintasan Meulaboh-Geumpang sempat macet satu jam.
Sekitar pukul 11.30 WIB mobil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat tiba di lokasi kejadian untuk memadamkan api. Namun saat itu rumah Tgk ibrahim sudah keburu tinggal puing saja. Warga akhirnya menyoraki petugas pemadam, karena datang terlambat ke lokasi kejadian.
Kapolres Aceh Barat AKBP Faisal Rivai SIK melalui Kasat Reskrim Iptu M Riyan Citra Yudha yang dikonfirmasi Serambi menyatakan pihaknya sedang menyelidiki kasus kebakaran tersebut. “Saya belum tahu pasti apa penyebabnya, karena sedang dilakukan penyelidikan,” terangnya.
Ia tambahkan, sore kemarin polisi masih meminta keterangan M Yunus selaku pengendara mobil pikap yang mengangkut BBM itu, sehingga rumah warga di pinggir jalan, dekat dengan lokasi mobil terbakar, ikut dilalap si jago merah.
Safril, anak Tgk Ibrahim, mengatakan mereka sekeluarga sangat trauma karena rumah mereka terbakar justru akibat terbakarnya sebuah mobil pengangkut BBM di depan rumahnya.
Bukan saja kaget, seisi rumah juga berduka, karena seorang anggota keluarga bernama Muhibuddin (26) terbakar kaki kirinya. “Semogga pemerintah membantu meringankan beban kami selaku warga yang tak lagi punya rumah,” ujar Safril lirih. (edi)