Wagub Aceh Teken MoU dengan IJN Malaysia
Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Muzakir Manaf dan Deputi CEO dan Chief Surgeon Institut Jantung Nasional (IJN) Malaysia, Prof Dr Dato
Sebagaimana MoU hari sebelumnya yang diteken Wagub Aceh dengan Kepala Narayana Hospitals Bengalore, India, kerja sama dengan pihak IJN ini pun bertujuan sama, yakni untuk pengembangan Pusat Jantung Terpadu Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.
“Pihak IJN berjanji akan mendukung sepenuhnya program tersebut. Mereka sangat senang dapat membantu dan bekerja sama dengan saudara serumpun dari Aceh,” lapor dr Syahrul SpS-K dari Kuala Lumpur, kemarin siang.
Direktur RSUZA itu hadir menyaksikan penandatanganan MoU tersebut bersama Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aceh, dr M Yani MKes dan dr Yopie Afriandi Habibie SpBTKV, spesialis bedah jantung dari RSUZA. Sedangkan dari pihak IJN, seluruh unsur pimpinan ikut hadir.
Wagub Aceh menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada masyarakat dan Pemerintah Malaysia yang ikhlas membantu pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia Aceh, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan jantung di Aceh.
Seusai acara seremoni, Wagub Muzakir didampingi Direktur IJN, Direktur RSUZA, Kadinkes Aceh, dan dr Yopie Habibie meninjau langsung ruang ICU, ICCU, PICU, NICU, maupun kamar operasi yang terintegrasi. Fasilitas terpadu ini merupakan ruang perawatan intensif terbaik di Cardiac Center yang dimiliki IJN.
IJN sendiri berdiri pada Juli 1992, lalu menjadi korporat pada September 1992. Opening ceremonial-nya dilakukan oleh PM Mahathir Muhammad pada 12 Juni 1993, kemudian dikembangkan secara progresif oleh PM Sri Najib Tun Rajak pada 2009.
Sebagaimana diceritakan dr Syahrul, IJN khusus merawat pasien jantung, bedah jantung, dan bedah jantung anak. IJN merupakan salah satu pusat cardiac center terbaik di Asean dan memiliki Sertifikasi JCI (Joint Commission International).
Kini IJN mempunyai 417 tempat tidur (bed). Pasien yang menjalani operasi bedah jantung di sini mencapai 3.000 orang per tahun atau 10-12 kasus per hari yang dilayani 1.755 pegawai.
Untuk menindaklanjuti rencana pengembangan SDM untuk Pusat Jantung Terpadu di RSUZA, pada Juni- November 2013 akan akan ditraining sepuluh orang staf RSUZA. Sumber biayanya dari Pemerintah Aceh melalui Lembaga Peningkatan Sumber Daya Manusia (LPSDM). IJN juga berjanji akan memberikan scholarship (beasiswa) untuk para dokter yang akan ikut training selama enam bulan tersebut. (dik)