Berhijab tapi Modis
JUMAT kemarin, pukul 16.00 WIB, anggota Hijabermoms Community (HmC) Aceh, berkumpul di Gedung Dekranas Kompleks Taman Ratu Safiatuddin
Suara bening Erna membuat seorang pun tak menoleh perhatian ke lain tempat, melainkan pada Quran masing-masing. Lantunan ayat suci menggema memenuhi seluruh ruangan itu. Suara jernihnya itu pun terdengar hingga ke luar gedung.
Komunitas muslimah yang mengutamakan kebersamaan dan saling menghormati perbedaan ini sedang mengadakan tausiah dan pengajian. Selain itu, kemarin, mereka juga melakukan tutorial hijab. Bagi mereka menutup aurat itu wajib. Namun, tak hanya memenuhi kewajiban menutup aurat, tapi juga menjadikan hijab itu sebagai mode dan fashion.
Bagi mereka, HmC didirikan sebagai sarana dan lokomotif yang dapat memaksimalkan berbagai aspek kehidupan, dan juga tempat di mana mereka saling bertukar wawasan. Selain itu juga memberikan kontribusi kepada dunia kewirausahaan, khususnya yang dikelola para muslimah di Indonesia dan khususnya ibu-ibu Aceh, agar dapat lebih berinovasi dalam tantangan global.
Agama dan sosial
Berdiri awal April 2013, HmC Aceh sudah mempunyai 160 anggota. Komunitas yang diketuai Lisdayanti ini fokus pada kegiatan keagamaan dan sosial. Dari berbagai kegiatan yang dilakukan, 50 persen dari keuntungan yang didapat, disumbangkan untuk kegiatan sosial, seperti menyantuni yatim, duafa, dan bagi yang membutuhkan lainnya.
Menurut Lisda, tak perlu susah mencari member. Hanya dari mulut ke mulut dan banyak teman, inilah yang bisa membuat HmC Aceh yang baru berumur 25 hari, sudah ramai peminat. “Kaget juga saya, baru 25 hari berdiri sudah disukai banyak orang. Tapi kami tidak terima menjadianggota bagi perempuan yang belum menikah. Karena HmC ini khusus bagi ibu-ibu baik muda maupun tua,” katanya.
Ia juga mengatakan HmC Aceh ini merupakan pelebaran HmC di Jakarta. HmC ini sudah ada di banyak kota di Indonesia. Di Sumatera, HmC Aceh merupakan cabang kelima. Dia menjelaskan, kegiatan yang wajib diikuti anggota komunitas ini adalah pengajian dan tausiah, setiap bulan.
“Setiap bulan member wajib ikut pengajian, di situ juga jadi ajang silaturrahmi sesama kami,” jelasnya. Adapun seperti kelas kecantikan, hijab tutorial, bakti sosial, cooking class, seminar dan talkshow mengenai kesehatan, mode, parenting, dan wirausaha, bedah buku, serta bazaar, itu diadakan setiap dua bulan sekali. “Ketika ada bazaar, hasil penjualan dari bazaar itu 50 persennya kami sumbangkan untuk kegiatan sosial,” ujar Lisda.(ni)
* pengurus hmc aceh
- Ketua: Lisdayanti
- Wakil Ketua 1: Dian Agustiasari Narukaya
- Wakil Ketua 2: Syarifah Aisyah Intan
- Sekretaris: Nanda Rizki Erlilawati
- Bendahara: Hannah
- Kadiv Pendidikan dan Rohani: Hj Suryani
- Kadiv Bussiness Development: Elita
- Kadiv Dana: Yuliana
- Kadiv Marketing Communication: Friesca Erwan
- Kadiv Keanggotaan: Nanda Rizki Erlilawati