• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Serambi Indonesia

Kader PNA Tewas Didor

Sabtu, 27 April 2013 15:07 WIB
Kader PNA Tewas Didor
SERAMBI/M NAZAR
Warga melihat mobil Avanza BK 1690 QG di dasar aliran sungai (DAS) Krueng Tiro, di pinggir lapangan pertamina Gampong Blang Beureueh, Kecamatan Mutiara, Pidie, Jumat (26/4). Di dalam mobill itu ditemukan T Muhammad Zainal Abidin alias Cekgu warga Gampong Waido, Kecamatan Peukan Baro, Pidie, yang telah tewas.

* Mobil Berisi Jasad Korban Dibuang ke Sungai


SIGLI - T Muhammad Zainal Abidin (35) alias Cekgu yang tercatat sebagai salah seorang kader Partai Nasional Aceh (PNA) Pidie tewas ditembak oleh orang yang belum teridentifikasi. Jasad Cekgu ditemukan di dalam mobil Avanza BK 1690 QG miliknya di aliran Krueng Tiro, di pinggir lapangan sepakbola Pertamina, Gampong Sagoe, Kemukiman Beureueh, Kecamatan Mutiara, Jumat (26/4) menjelang subuh sekira pukul 04.00 WIB.

Lokasi temuan jasad korban berjarak sekitar dua kilometer dengan Jalan Nasional Banda Aceh-Medan atau sebelah kanan dari Banda Aceh. Hasil visum di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Beureunuen, ada tiga liang berbentuk luka di tubuh korban, yaitu di belakang kepala bagian kiri tembus arah ke pipi, di belakang kepala bagian kanan sedalam satu centimeter, dan di bagian dada sebelah kanan kedalaman satu centimeter.

Kapolres Pidie, AKBP Dumadi SStmk kepada Serambi mengatakan, T Muhammad dipastikan meninggal akibat ditembak orang tak dikenal di satu tempat dan jasadnya dibuang ke Krueng Tiro kawasan Gampong Sagoe, Kecamatan Mutiara. “Korban ditemukan di dalam mobilnya di aliran sungai yang jauh dari permukiman warga,” kata AKBP Dumadi. Menurut Dumadi, polisi masih menyelidiki motif pembunuhan T Muhammad dan butuh waktu untuk mengungkap kasus itu.

Amatan Serambi, saat ditemukan mobil milik korban terbalik di sungai dengan posisi ban ke atas. Kaca depan mobil pecah. Warga melihat ada sosok manusia di dalam mobil itu. Secepatnya warga bersama aparat keamanan memberikan bantuan dengan memiringkan mobil. Korban yang sudah tak bernyawa secepatnya dikeluarkan.

Posisi korban di dalam mobil di jok tengah (belakang sopir). Saat diangkat jasad korban dipenuhi lumpur. Semula warga sempat mengira terjadi kecelakaan namun ketika mendapati korban berluka tembak langsung saja perkiraan itu berubah. Korban dieksekusi di tempat lain dan jasadnya dibuang di lokasi temuan.

Mantan kombatan
Berdasarkan penelusuran Serambi, T Muhammad alias Cekgu adalah mantan kombatan GAM Pidie. Laki-laki yang pernah menjadi sopir mobil dinas pada masa Bupati Pidie Mirza Ismail tersebut termasuk sosok pemberani.

Kamis (25/4) sekitar pukul 13.00 WIB, Cekgu pulang dari Aceh Tamiang bersama tiga kawannya dan tiba di Pidie sekitar pukul 19.00 WIB.

Sesampai di Pidie, Cekgu mengantar kawannya ke Kembang Tanjong dan Garot, Kecamatan Indrajaya. Setelah itu, Cekgu pulang ke rumah istrinya, Rini di Gampong Keumala Dalam, Kecamatan Keumala dan selanjutnya ke rumah orang tuanya di Gampong Waido, Kecamatan Peukan Baro. “Sekitar pukul 10 malam anak saya sempat pulang ke rumah. Kemudian dia pergi lagi. Saya tidak tahu dia pergi kemana,” kata Zainal Abidin, ayah korban kepada wartawan di rumahnya, kemarin.

Zainal Abidin memastikan anaknya sengaja dibunuh namun dia tak tahu apa masalahnya. Hingga pukul 15.30 WIB, kemarin, jasad T Muhammad disemayamkan di Gampong Waido. Turut melayat ke rumah duka antara lain Ketua MPP PNA Irwandi Yusuf, Sekretris MPP PNA Sofyan Dawood, Ketua Umum DPP PNA Irwansyah dan Juru Bicara PNA Thamren Ananda. (naz/c43)

Cekgu akan Diangkat
jadi Ketua Satgas PNA


KETUA Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasional Aceh (DPP PNA), Irwansyah tampak sangat terpukul dengan musibah yang menimpa salah seorang kader PNA bernama T Muhammad Zainal Abidin (35) alias Cekgu. “Dia mantan kombatan GAM yang kini bergabung dengan PNA. Dia salah seorang kader terbaik kita dan pada bulan Mei tahun ini dijadwalkan akan diangkat (dipilih) sebagai Ketua Satgas PNA Pidie,” kata Irwansyah kepada wartawan di sela-sela melayat ke rumah duka, Jumat kemarin.

Irwansyah yang lebih dikenal dengan panggilan Muksalmina menegaskan, meninggalnya Cekgu merupakan kasus teror lanjutan yang menimpa PNA dan kadernya. Dia menyerukan agar melawan aksi teror menjelang pemilu legislatif 2004. “Ini merupakan teror yang dilakukan preman politik, PNA harus menang melawan teror tersebut,” tandas Muksalmina.

Pengurus PNA juga menyerukan agar polisi bekerja keras mengungkap kasus penembakan T Muhammad. “Kader PNA siap memberikan informasi bahkan PNA telah membangun pos pengaduan,” demikian Ketua Umum DPP PNA.(naz/c43)

Menjelang Kematian Cekgu,
Sang Ibu Mimpi Copot Gigi


KEMATIAN T Muhammad Zainal Abidin (35) alias Cekgu menyisakan kepiluan tak terperi bagi istri, anak, dan orangtua korban. Ibu kandung korban bernama Siti Hawa (54) mengaku, menjelang kematian putra pertamanya itu, dia sempat mimpi copot gigi. “Ternyata inilah tamsilan mimpi saya,” kata Siti Hawa sambil menahan tangis ketika menceritakan peristiwa itu kepada Serambi di rumahnya, Gampong Waido, Kecamatan Peukan Baro, Pidie, Jumat kemarin.

Cekgu merupakan putra pertama dari tujuh bersaudara, dari pasangan suami istri Zainal Abidin-Siti Hawa. Menurut Siti Hawa, pada Kamis (25/4) malam, sekitar pukul 22.00 WIB, anaknya sempat pulang ke rumah namun tak lama berselang dia pamitan karena harus menemui seseorang yang meneleponnya. “Setelah dia pamitan, saya pun tidur kembali. Dalam tidur itulah saya bermimpi copot gigi dan mencuci pakaian cucu saya. Saya terbangun ketika datang kabar anak saya ditemukan meninggal,” ujar Siti Hawa.

T Muhammad meninggalkan seorang istri bernama Rini, warga Gampong Keumala Dalam, Kecamatan Keumala, Pidie. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak, yaitu Salsa Nabila Zahira (2 tahun) dan bayi yang masih berumur delapan hari belum memiliki nama.

Jenazah Almarhum T Muhammad--setelah divisum--sempat disinggahkan ke rumah istrinya di Keumala Dalam dan selanjutnya dibawa pulang ke rumah orangtuanya di Gampong Waido, Kecamatan Peukan Baro dan dikebumikan di desa tersebut selepas Ashar, Jumat 26 April 2013. Doa dan air mata duka mengiringi prosesi pemakaman.(naz/c43)

saa-saat akhir korban

* Kamis, 25 April 2013 sekitar pukul 13.00 WIB, Cekgu bersama dua rekannya bergerak dari Aceh Tamiang kembali ke Sigli, Pidie * Pukul 19.00 WIB hari itu juga Cekgu bersama tiga rekannya tiba di Sigli * Selanjutnya Cekgu mengantar kawannya ke Kembang Tanjong dan Garot, Kecamatan Indrajaya * Setelah mengantar kedua rekannya, Cekgu pulang ke rumah istrinya di Gampong Keumala Dalam, Kecamatan Keumala dan selanjutnya ke rumah orang tuanya di Gampong Waido, Kecamatan Peukan Baro * Sekitar pukul 22.00 WIB, Cekgu menerima telepon dari seseorang dan bergegas keluar dari rumah orang tuanya * Menjelang subuh pihak keluarga dapat kabar kematian Cekgu
Editor: hasyim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
184113 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas