Selasa, 9 Juni 2026

Pungli Marak di Lintas Medan-Aceh

Disebut-sebut aksi pungli terparah terjadi di pos polisi Besitang, Pangkalan Berandan, dan pos di ujung jembatan memasuki kota Stabat, Sumatera Utara

Tayang:
Editor: hasyim

* Sopir Angkutan Umum Mengeluh

KUALASIPANG – Aksi pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oknum polisi di beberapa pos sepanjang jalan negara di lintas Sumut-Aceh terhadap angkutan umum dan barang kini semakin menggila. Disebut-sebut aksi pungli terparah terjadi di pos polisi Besitang, Pangkalan Berandan, dan pos di ujung jembatan memasuki kota Stabat, Sumatera Utara.

Menanggapi keluahan tersebut, Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Dicky Sondani SIK MH kepada Serambi (26/4) mengatakan, akan menyampaikan keluhan sopir angkutan umum itu ke Kapolres Langkat. Menurut AKBP Scky Sondani, kondisi itu sudah pernah disampaikan Kapoda Aceh ketika itu bapak Iskandar Hasan kepada Kapolda Sumut sekitar dua tahun lalu.  

Seorang sopir angkutan umum mengatakan, mereka menggelar razia namun dilakukan setiap hari menjelang subuh saat mobil angkutan umum dan barang dari Aceh melintas di jalan Negara Medan – Banda Aceh tepatnya di kawasan Besitang. Di pos polisi Besitang, razia sekedar  menghentikan mobil angkutan umum minibus dan truk tanpa pemeriksaan barang-barang, kemudian sopir turun diminta masuk ke pos. “Saat turun sopirpun sudah siapkan dengan menggenggam uang, surat kenderaan lengkap atau tidak sama saja tetap diminta uang,“ ujar seorang sopir yang tidak mau namanya ditulis di surat kabar.

Disebutkan, uang yang diminta dari Rp 20.000 sampai Rp 50.000, tergantung jumlah penumpang. “Kalau penumpang penuh, polisi itu minta uang banyak sampai Rp 75.000,”ujar sopir lainnya. Selain itu para sopir juga mengeluh, jika angkutan yang mereka sopiri bukan plat poli BK, maka senantiasa dipermasalahkan serta dipersulit. Aksi pungli itu terjadi setiap malam dan siang hari.(md)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved