Teuku Setia Budi Mundur

Teuku Setia Budi mundur dari jabatannya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh

BANDA ACEH - Teuku Setia Budi mundur dari jabatannya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, karena alasan ingin istirahat. Isu tentang mundurnya T Setia Budi santer berkembang dalam sepekan terakhir. Namun, baru kemarin siang Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah memastikan bahwa itu bukan isu, melainkan benar adanya.

“Ya benar, kami sudah menerima permohonan surat pengunduran diri Saudara Teuku Setia Budi dari jabatannya sebagai Sekda Aceh,” kata Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah kepada Serambi di Hotel The Pade, Aceh Besar. Saat itu Gubernur baru saja selesai memberikan pengarahan kepada Direksi, Komisaris, Deputi, dan Pimpinan Cabang Bank Aceh dalam acara Evaluasi dan Monitoring Kinerja Triwulan I Bank Aceh 2013.

Bukan saja Gubernur, tapi Asisten I Setda Aceh Bidang Pemerintah, Dr Iskandar A Gani juga menyatakan hal senada. “Kami sudah lama mendengar berita bahwa Pak Budi mengajukan surat permohonan mundur dari jabatan Sekda Aceh kepada Pak Gubernur dengan alasan ingin istrahat,” ujar Iskandar.

Masa tugas T Setia Budi sebagai Sekda Aceh sebenarnya baru akan berakhir pada 1 November 2013, setelah masa tugasnya sebagai Sekda Aceh diperpanjang Presiden RI satu tahun sejak Oktober 2012.

“Meski surat pengunduran diri Setia Budi dari jabatan Sekda sudah diterima, tapi karena pejabat Sekda Aceh yang baru belum ada, kami harap ia mau membantu melaksanakan tugas-tugas kesekdaan sampai Sekda Aceh yang baru kita lantik,” kata Gubernur Zaini.

Menurut Zaini, Pemerintah Aceh akan memproses pemilihan Sekda Aceh yang baru sesuai ketentuan, yaitu PP Nomor 58 Tahun 2009 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Sekda Aceh dan Sekda Kabupaten/Kota.

Untuk menjaring Sekda Aceh yang baru, kata Gubernur Zaini, pihaknya bersikap ekstrahati-hati. Banyak pejabat yang memenuhi persyaratan administrasi untuk dicalonkan menjadi Sekda Aceh. Tapi, sosok Sekda Aceh yang dicari adalah seorang aparatur pemerintahan yang memahami dan sangat teliti mengenai tugas dan fungsi administarasi pemerintahan. “Kecuali itu, integritasnya tinggi, amanah, jujur dan ikhlas bekerja. Untuk mendapatkan sosok Sekda seperti itu, butuh waktu,” ujar gubernur.

Sumber-sumber di Pemerintahan Aceh mengungkapkan, setelah T Sedia Budi menyampaikan surat pengunduran diri dari jabatan Sekda Aceh pada medio Maret lalu, beberapa nama calon sekda Aceh mulai mencuat ke permukaan. Di antaranya, Ketua LAN Aceh T Dermawan yang juga mantan Sekda Nagan Raya. Selain itu, mencuat juga nama mantan Sekda Aceh Besar, Zulkifli Ahmad sebagai pengganti Budi.

Masih ada delapan nama lagi yang dukungannya cukup besar untuk bisa meraih kursi Sekda Aceh yang ditinggalkan Setia Budi. Mereka adalah Dr Iskandar A Gani yang sekarang menjabat Asisten I Setda Aceh, Asisten II Ir T Said Mustafa, Asisten III Muzakar, Kepala Bapedalda Aceh Anwar Muhammad, Kepala Kesbangpol Linmas Aceh Bustami Usman, dan Ketua Tim P2K Setda Aceh, Taqwallah, Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh, Iskandar, dan Bakhtiar Ishak, mantan Kadis Pendidikan Aceh.    

Kesepuluh pejabat dan mantan pejabat itu, kata sumber tadi, sudah memenuhi persyaratan adminsitrasi untuk bisa dicalonkan sebagai calon Sekda Aceh. Karena, salah satu persyaratan untuk bisa dicalonkan adalah minimal harus pernah dua kali menjabat eselon II.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: hasyim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help