Sabtu, 29 November 2014
Serambi Indonesia

Gereja-gereja yang Beralih Jadi Masjid

Minggu, 28 April 2013 09:01 WIB

Gereja-gereja yang Beralih Jadi Masjid
MUHAMMAD SIDDIQ
OLEH MUHAMMAD SIDDIQ, Dosen Fakultas Syariah IAIN Ar-Raniry, saat ini ikut program PhD di Anglia Ruskin University-Cambridge, melaporkan dari Manchester, Inggris

SEBAGAI negara sekuler, masyarakat Inggris pada umumnya tidak terlalu peduli dengan kegiatan-kegiatan keagamaan. Tak heran kalau gereja-geraja sepi pengunjung, kecuali untuk acara khusus seperti misa Natal, perkawinan, dan mengantar jenazah. Itu pun hanya untuk gereja-gereja besar yang pendanaannya didukung oleh pemerintah. Selebihnya nyaris sepi pengunjung dan tak sedikit pula yang harus ditutup karena tingginya biaya pemeliharaan.

Situasi itu dimanfaatkan oleh penduduk muslim Inggris yang kian bertambah populasinya. Banyak gereja yang dibeli oleh umat Islam Inggris untuk dialihfungsikan menjadi masjid, ruang belajar madrasah, dan lain-lain.

Salah satu gereja terkenal yang dibeli lalu ‘dimualafkan’ oleh muslim Inggris adalah gereja Albert Park Methodist Chapel yang terletak di 271 Burton Road, West Didsbury, M20 2WA, Manchester, Inggris. Gedung gereja ini tergolong bangunan kuno, karena digunakan sejak tahun 1883. Tapi karena tingginya biaya perawatan serta jemaah makin berkurang, pada tahun 1962 gereja ini ditutup. Selanjutnya gereja tersebut beralih fungsi menjadi masjid dan Islamic Centre yang mampu menampung lebih dari 100 jamaah setiap harinya.

Pembelian gereja ini sempat menimbulkan keguncangan di kalangan umat Kristiani pada saat itu. Pasalnya, gereja tersebut merupakan salah satu gereja terbesar yang dipusatkan untuk pelatihan para biarawan dan biarawati, untuk suatu saat menjadi pendeta. Akan tetapi, karena pihak gereja juga menyadari bahwa mereka tak sanggup membiayai perawatan, pada akhirnya protes pembelian gereja tersebut pun lambat laun mereda.

Pada umumnya muslim Inggris membeli gereja-gereja tersebut dengan cara mengumpulkan sumbangan, mendapatkan donatur dari Timur Tengah, dan solidaritas sesama muslim lainnya. Rasa antusiasme dan rasa kebersamaan telah membuat umat muslim sanggup membeli properti-properti mahal tersebut.

Di samping itu, jaminan kebebasan beragama dan mengeluarkan pendapat, telah membuat muslim Inggris dapat berkembang dengan pesat saat ini.

Data statistik dari Muslim Council of Britain tahun mencatat bahwa jumlah muslim di Inggris Raya mencapai 1,6 juta jiwa, atau meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk muslim di Inggris, bukan tidak mungkin suatu saat Islam akan menjadi agama yang mayoritas pemeluknya di Eropa.
[email penulis: msiddiq@ar-raniry.ac.id]

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas