Petani Gundah
Kegelapan berpendar dari ruang tanah retak menyeruak keluh-kesah pada petani
Kegelapan berpendar dari ruang tanah retak
menyeruak keluh-kesah pada petani
yang menabur benih tanaman dengan cita-cita
sejahtera di negeri penuh ladang sandiwara.
Kemudian gelisah melayang-layang
di depan mata sebab skenario
digulirkan pada benih-benih tanaman
oleh penguasa yang mantan petani
Gundah menjadi-jadi tatkala
orang-orangan berdasi diciptakan
untuk menghibur pipit-pipit di ladang
yang terpaksa dialiri keringat petani.
Gabah-gabah dihargai murah
oleh dalang perekonomian dengan alibi
tanah tidak dirawat sesuai teknologi
yang katanya membawa sejahtera bagi petani.
Petani malu bilang apa sebab ia tidak makan pisang
di zaman serba alibi globalisasi
tapi tanah telah mengajarkan mereka bahwa
bertani adalah tradisi yang tak bisa dicangkul teknologi.
Rumah U, 24 April 2013
Makmur Dimila, mahasiswa Jurnalistik Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry angkatan 2009