A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Sayur Asam Rasa Tamiang - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Serambi Indonesia

Sayur Asam Rasa Tamiang

Minggu, 28 April 2013 08:25 WIB
Sayur Asam Rasa Tamiang
WARGA sedang menyajikan.
PINTU masuk Aceh. Inilah julukan lain bagi kabupaten pemekaran Aceh Timur yang berbatasan Kota Langsa dan Langkat, Sumatera Utara, ini. Ragam kuliner tersedia di sana. Apalagi, penduduk di Bumi Sedia Muda itu heterogen, dengan dominasi suku teuming/melayu. Salah satunya, sayur asam Aceh Tamiang. Meski namanya asam, tak lantas membuat siapapun yang memakan sayur ini memicingkan mata. Pada kuliner edisi ini, Muhammad Nasir memaparkan tentang ramainya rasa sayur asam yang menjadi khas di Aceh Tamiang.

MANIS, asam, dan manis. Demikian rasa menu yang satu ini. Kekhasan rasa kuahnya, begitu terasa di lidah. Inilah sayur asam khas Aceh Tamiang. Sayuran ini merupakan salah satu ciri khas kabupaten itu.

Sayur asam Aceh Tamiang ini berbeda dengan sayur asem khas Sunda atau daerah lainnya. Perbedaaan itu terlihat dari bahan yang digunakan. Untuk sayur asam khas Tamiang, menggunakan asam gelugur, ditambah sayuran jagung muda, kacang panjang, melinjo, daun melinjo, dan kol. Lalu, ragam sayuran dan kelengakapan menu itu, direbus. Hasilnya, hmmm... sangat nikmat.

Kekentalan tiga rasa yang melekat di lidah, membuat sayur ini tak bisa lekas lekang dari ingatan penikmatnya. Baru mencicipi satu sendok, tentunya ingin lagi... lagi... dan lagi. Hingga tanpa terasa, mangkuk kosong.

Eit... Tunggu dulu!!! Masih ada satu lagi campurannya: terasi tamiang. Nah, terasi ini menjadi pelengkap rasa dalam sayur ini. Rasa pedas legit yang diumbar oleh terasi ini, kian membuat lidah bergoyang. Rasanya, tak puas bila belum menghabiskan semangkuk kuah asam ini.

Bila ingin mencicipi menu ini, tidak perlu repot. Jika ke Aceh Tamiang, kuliner khas ini tersedia di rumah makan di sekitaran Jalan Medan-Banda Aceh,  Simpang BTN, depan Kantor Bupati Aceh Tamiang. Mudah kan?

Namun, tidak setiap hari rumah makan di sana menyediakan menu ini. “Hanya ada setiap Senin dan amis,” ujar Zulkifli (46), pemilik warung Barona.

Banyak yang bilang, sayur asam Tamiang ini merupakan menu rakyat. Julukan itu ditabalkan lantaran bahan-bahan yang digunakan untuk sayur ini mudah didapat. Seluruh bahannya ada di sekeliling lingkungan masyarakat. Lagian, harganya pun murah.

Tapi, bukan berarti julukan menu rakyat ini menjadikan gambaran menu dimaksud sebagai makanan kelas bawah. Konon, dulu sayur asam Tamiang ini merupakan menu makanan raja. Bahkan, menu dimaksud menjadi sajian utama untuk tetamu kerajaan.

Kini, sayur asam tersebut telah menjadi masakan khas Aceh Tamiang. Sayur asam yang saat ini didapati di mana-mana, terdapat dua model. Tipe pertama, sayur asam yang bumbunya dipotong-potong seperti bawang merah, bawang putih, serey, dan asam belimbing atau gelugur. Bahan-bahannya hanya dipotong-potong.

Satu lagi sayur asam bumbu giling. Namun, bumbunya harus ditambah kunyit agar berwarna. Untuk bisa menambah warna corak sesuai perkembangan kekinian, boleh juga ditambah wortel. Rasanya dari kedua model sayur ini, tak jauh berbeda. Tergantung selera penikmatnya.

Kekhususan terai yang membuncah rasa manis, asam, dan manis begitu kentara di lidah penikmatnya. Meski sayur asam hampir ada seluruh di seluruh daerah di Indonesia, kekhasan sayur yang satu ini bisa dijuluki sayur asam rasa Tamiang.(*)

Meski Sama, Tetap Berbeda

LAIN padang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, lain sayur lain pula asamnya. Begitulah tamsil yang mencirikan keanekaragaman masakan di nusantara. Di Indonesia, hampir semua daerah mempunyai sayur asam. Namun, khas dan rasanya berbeda-beda.

Di Aceh Tamiang, sayur asam dapat ditemukan di warung-warung nasi di sana. Salah satunya rumah makan Baroena. Awalnya, warung ini hanya menjual air kelapa dan beberapa menu makanan ringan lainnya. Seiring banyaknya permintaan, Zulkifli, pemilik warung mengembangkan usahanya dengan menyediakan makan siang.

Saat memulai usaha, Zulkifli bingung hendak menjual masakan apa. Belakangan, dia mendapat ide, memasarkan masakan khas Aceh Tamiang. Ide tersebut pun diaplikasikan. Dia pun mulai menyediakan menu beragam: udang kecambe, acar, terasi, ikan asin, sayur asam, lemak ikan kakap, kari kambing, pepes, dan macam ciri khas Aceh maupun Aceh Tamiang.

Ternyata, dari sekian banyak menu tradisional yang disajikan, racikan kacang panjang, kol, dan daun melinjoe di sayur asam kian diminati. Di warung-warung, menu ini menjadi yang utama memanjakan selera.

Nah... penasaran dengan rasa berbeda dari keanekaragaman sayur asam di nusantara? Cobalah cicipi sayur asam Tamiang. Pasti akan terasa kekhasannya.(*)

Lestarikan Kuliner secara Kreatif

KARENA sayur asam sangat khas di Aceh Tamiang, menu ini layak mendapat perhatian serius dari semua pihak. Tak terkecuali pemerintah setempat. Untuk terus menjaga makanan ini sebagai kuliner Aceh Tamiang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat akan melestarikannya dengan cara yang lebih kreatif.

Salah satu kreativitas dimaksud dengan menggelar perlombaan masakan khas Aceh Tamiang tingkat kabupaten secara rutin. Pada perlombaan yang diselenggarakan tiap tahun ini, salah satu yang dinilai adalah ragam gizi. Karena itu, dipastikan sayur khas Aceh Tamiang seperti sayur asam dan lainnya, disajikan oleh peserta lomba.

Dalam lomba masak tingkat provinsi 2009, Aceh Tamiang mewakili Aceh ke tingkat nasional. Salah satu menu masakan yang disajikan dalam lomba dimaksud yakni sayur asam khas Aceh Tamiang.

“Biasanya, sayur asam ini disediakan di rumah makan pada hari tertentu. Bisa dikatakan merupakan menu spesial pada hari dan waktu tertentu. Karena itu, setiap tahunnya kita lombakan agar lebih dikenal oleh masyarakat,” ujar Harlini.

Bagi  Kepala Bidang (Kabid) Budaya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh Tamiang, ini sayur asam merupakan salah satu menu yang dapat menambah selera makan ketika dihidangkan. Karena itu, agar tak lekang oleh zaman, menu ini perlu terus dilestarian secara kreatif, agar bisa lebih mengena pada hati masyarakat.(*)

Pedas Terasi Meragamkan Rasa

LAYAKNYA, keragaman sayur-mayur dilengkapi menu hewani, seperti sayur asam ikan jurong. Ditambah sajian lain seperti sambal terasi,  mengayakan rasa dalam hidangan. Ya, rasa pedasnya kian melengkapi menu yang siap disajikan.

Kini, manis, asam, dan pedas, berbaur jadi satu di mulut penikmat sayur asam. Pedasnya terasi yang disajikan, mampu mengimbangi rasa asam dan manis di sayur. Apalagi, bila menggunakan terasi asal Aceh Tamiang. Dijamin, rasanya pasti lebih leumak mabok.

Konon, terasi Aceh Tamiang merupakan salah satu terasi terbaik di Aceh. Terasi ini diproduksi dari Kuala Peunaga, desa yang terletak di ujung Selat Malaka, Kecamatan Seruway. Di Aceh Tamiang, terasi ini dikenal dengan nama belacan tutuk.

Terasi ini diolah dari sabu hidup dan segar. Kemudian dijadikan lempengan kecil dan besar dengan ukuran 0,5 kilogram dan satu kilogram. Harganya berkisar Rp 30 ribu per kilogram. Biasanya, belacan tutuk ini juga dijadikan oleh-oleh istimewa warga luar yang berkunjung ke Aceh Tamiang. Ada yang beranggapan, belum sah rasanya jika berkunjung ke Aceh Tamiang, tanpa membawa pulang belacan tutuk ini.

Untuk mendapatkannya pun mudah. Terasi asli ini tersedia di kedai-kedai di Simpang Empat Upak, Jalan Medan-Banda Aceh, Kuala Simpang.

Biasanya, warga menyajikan terasi dengan sayur saat makan berat. Akan tetapi, belacan tutuk ini juga bisa menjadi makanan yang murah dan cita rasanya bisa menggantikan lauk-pauk. Rasanya yang pedas dipadu kegurihan udang sabu, menambah keragaman rasa kuah asam.

Jika disajikan dengan sayur asam, memang pasangan yang serasi. Namun, belacan tutuk ini harus diolah terlebih dahulu dengan cara dibakar. Kemudian dicampur bumbu seperti bawang, cabe, dan sedikit air jeruk nipis. Lalu diulek sampai halus dan disajikan dengan sayur asam ditambah nasi. Hmmm... Yuk, nikmati keragaman rasa sayur asam dengan pedasnya terasi Aceh Tamiang.(*)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
184273 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas