Polisi Pantau Rumah Kader PNA
Polsek Dewantara, Kabupaten Aceh Utara memantau rumah kader PNA Aulia Putri, warga Desa Paloh Lada, Kecamatan Dewantara
“Kami sudah bertemu Aulia Putri. Dia bukan bakal calon legislatif (Bacaleg). Hanya kader Partai Nasional Aceh (PNA) saja. Mereka sampai saat ini tidak membuat laporan resmi ke polisi. Hanya memberitahukan saja pada kami,” sebut Kapolres Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso melalui Kapolsek Dewantara Iptu Sofyan kepada Serambi, Minggu (28/4).
Disebutkan, pihaknya telah menjelaskan pada Aulia Putri tindakan yang dilakukan polisi jika membuat laporan secara resmi. “Kita jelaskan jika melapor tindakan penyelidikan begini, jika memberitahukan saja tindakan kita begini. Dinding rumah yang diketapel itu tidak rusak,” terang Iptu Sofyan.
Meski begitu, sambung Sofyan, pihaknya sejak Sabtu (27/6) telah meningkatkan pengamanan ke kawasan Paloh Lada, Kecamatan Dewantara. “Patroli kita tingkatkan ke kawasan itu dan kawasan lainnya. Ini untuk memberi rasa nyaman pada masyarakat di Kecamatan Dewantara,” terang Iptu Sofyan.
Selain itu, sambung Sofyan, pihaknya meminta masyarakat segera melapor ke polisi jika melihat orang-orang yang mencurigakan di desanya. “Sehingga polisi bisa langsung turun ke lokasi dan memastikan kondisi keamanan di wilayah itu aman,” pungkas Iptu Sofyan.
Diberitakan sebelumnya, rumah Aulia Putri, kader PNA Aceh Utara diketapel dengan batu oleh orang tak dikenal Jumat (26/4) malam. Aulia mengaku telah tiga kali rumahnya diketapel oleh orang tak dikenal.(c46)
Harus Diusut Tuntas
KITA minta polisi mengusut tuntas kasus yang menimpa Bacaleg PNA dari Daerah Pemilihan Aceh Utara 1 Aulia Putri. Kita ingin dalang teror itu terungkap, sehingga jelas sebenarnya siapa yang melakukan premanisme politik sekarang ini. Selain itu, secara internal partai kami juga memberikan pengamanan terhadap rumah Aulia Putri. Pengamanan itu dilakukan oleh sayap partai yaitu Tameng Nasional Aceh DPW PNA Aceh Utara.
* Sofyan, Sekretaris DPW PNA Aceh Utara.(c46)