Tari Aceh Jadi Eksul di DKI
Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah DKI Jakarta yang telah menetapkan tari Aceh sebagai salah satu pilihan mata
JAKARTA - Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah DKI Jakarta yang telah menetapkan tari Aceh sebagai salah satu pilihan mata pelajaran ekstrakurikuler (ekskul) sekolah menengah di Jakarta.
“Ini sebuah penghargaan penting terhadap tari Aceh, dan kita sangat menghargainya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Drs Adami Umar MPd saat membuka Festival Tari Ratoeh Jaroe tingkat SMP se-Jabodetabek di Anjungan Aceh, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (28/4).
Tari Aceh, sejak 2006 telah diajarklan secara luas kepada siswa sekolah menengah di Jakarta. Hingga kini setidaknya terdapat 100 sekolah yang telah memasukkan tari Aceh dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Adami mengatakan, tari Aceh sudah dikenal luas di Jakarta, karenanya perlu terus terus dikembangkan jenis kesenian Aceh lainnya. “Sudah seharusnya juga diperkenalkan filosofi dan makna dari tiap gerak tarian Aceh,” kata Adami.
Festival Tari Ratoeh Jaroe diikuti 34 grup berasal dari puluhan sekolah menengah tingkat pertama di Jabodetabek. “Ada 600 personel lomba. Ini luar biasa,” kata Adami Umar mengomentari besarnya antusias siswa sekolah menengah mengikuti lomba tersebut. Sementara dewan juri pada festival tersebut, Marzuki Hasan, Irianto Catur, Mutia.
Festival Ratoeh Jaroe tiap tahun diselenggarakan di Anjungan Aceh TMII, selain tingkat SMP juga tingkat SMA. “Festival tingkat SMA sudah memasuki tahun ke delapan. Sedangkan untuk tingkat SMP merupakan yang kedua,” kata Kepala Kantor Penghubung Pemerintah Aceh Jakarta, Ir Badri Ismail.(fik)