A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Mahasiswa Fisip Pertanyakan Pembahasan Bendera - Serambi Indonesia
Sabtu, 22 November 2014
Serambi Indonesia

Mahasiswa Fisip Pertanyakan Pembahasan Bendera

Rabu, 1 Mei 2013 15:33 WIB

BANDA ACEH - Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Jurusan Komunikasi Universitas Syiah Kuala, mempertanyakan kelanjutan pembahasan Raqan Bendera dan Lambang Aceh, dalam pertemuan dengan Pimpinan DPRA, di Gedung Serbaguna DPRA, Senin (29/4).

“Sebagai mahasiswa kami ingin tahu sudah sampai dimana kelanjutan dari pembahasan bendera dan lambang Aceh yang baru itu,” kata Junaidi, salah satu dari 90 mahasiswa FISIP yang hadir dalam pertemuan dengan Pimpinan DPRA, Drs H Sulaiman Abda MSi.

Sementara Kamalia, mahasiswi Fisip mempertanyakan sikap pimpinan DPRA terkait masih minimnya jumlah perempuan yang menjadi anggota parlemen, serta persoalan teror terhadap perempuan yang menjadi bakal calon anggota legislatif.

Mahasiswa lainnya, Muhammad Fadil mempertanyakan strategi politik yang bisa menyelematkan politisi dari bahaya di dunia dan siksaan di akhirat. “Karena, yang kami dengar untuk mencapai tujuan politiknya, banyak parpol yang menghalalkan segala cara,” kata dia.

Dalam kunjungannya ke DPRA, para mahasiswa FISIP Unsyiah dipimpin oleh dua orang dosen mereka, yaitu Syaifuddin Bantasyam dan Eros. Sementara Pimpinan DPRA, Drs H Sulaiman Abda MSi, didampingi staf ahlinya A Risman.

Syaifuddin Bantasyam mengatakan, kunjungan ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan baru kepada mahasiswa bahwa antara teori ilmu politik dengan praktek politik yang terjadi di lapangan.

Wakil Ketua II DPRA, Drs H Sulaiman Abda MSi mengatakan, politik yang dilaksanakan anggota legislatif tidak selalu sama dengan teori yang diajarkan di kampus. Politik yang dilaksanakan di lembaga legsislatif, kata Sulaiman, adalah, politik anggaran, kebijakan, dan pengawasan terhadap jalannya roda pemerintahan.

“Menjadi seorang politisi itu, butuh kematangan emosional dan kesabaran yang tinggi, serta harus beretika. Karena, apa yang kita kerjakan di lembaga Dewan ini, selaku hamba Allah, pertanggungjawabannya tidak hanya di dunia, tapi sampai ke akhirat. Kita harus bekerja ikhlas, jujur, transparan dan profesional,” papar Sulaiman Abda.

Terkait masalah bendera dan lambang Aceh yang baru, Sulaiman Abda mengatakan, tahapan dan pembuatan dan pengesahan qanun itu sudah memenuhi mekanisme. “Tapi karena pemerintah pusat menilai bendera dan lambang itu mirip bendera dan lambang GAM, maka diminta agar Pemerintah Aceh merevisinya sedikit. Saat ini sedang masa cooling down, dan DPRA bersama Pemerintah Aceh memfokuskan pada pembahasan rancangan qanun yang lain,” ujarnya.(her)  
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas