Selasa, 9 Juni 2026

Polisi Simeulue Amankan Baja Jembatan

Aparat kepolisian dari Polres Simeulue mengamankan delapan keping baja jembatan di lokasi pembangunan jembatan Latitik, Kecamatan Simeulue

Tayang:
Editor: bakri
* Ditimbun di Bawah Jembatan

SINABANG - Aparat kepolisian dari Polres Simeulue mengamankan delapan keping baja jembatan di lokasi pembangunan jembatan Latitik, Kecamatan Simeulue Tengah, Kabupaten Simeulue, Senin (29/4) sore. Baja jembatan yang diperuntukan membangun jembatan yang didanai dari dana Otsus 2012 itu, ditemukan ditimbun sedalam satu meter di tiga titik di bawah jembatan.

Ditemukannya sejumlah baja jembatan sepanjang enam meter itu, berawal laporan masyarakat melalui surat ke pihak kepolisian yang menyatakan pembangunan jembatan di kawasan itu disinyalir ada yang tidak beres. Bahkan, Kapolres Simeulue sempat dituding dalam surat itu telah menerima uang sebesar Rp 200 juta, jika tidak segera turun ke lapangan untuk menyelidiki.

“Setelah surat pertama masuk, kemudian disusul surat kedua, yang menyatakan kalau tidak diusut proyek pembangunan jembatan itu berarti benar Kapolres telah menerima uang,” ujar Kapolres Simeulue Parluatan Siregar, kepada Serambi, di lokasi temuan baja jembatan yang ditimbun itu.

Pihak kepolisian setempat, saat ini masih terus menyelidiki terkait motif penimbunan baja jembatan itu setelah pekerjaan rangka jembatan siap dikerjakan. “Besok akan dipanggil PPTK, Kadis PU beserta Pimpro untuk dimintai keterangan terkait hal ini,” imbuh Parluatan, seraya mengatakan kejadian ini jelas telah merugikan uang negara.

Tak hanya itu, kata dia, para pekerja proyek jembatan sampai saat ini belum dibayar upahnya oleh kontraktor, sehingga buruh bangunan yang telah menyelesaikan pekerjaannya membuat pengaduan ke Polres Simeulue, sesuai dengan laporan pengaduannya nomor 32/IV/2013/Res-Simeulue, tanggal 29 April 2013.(c48)

Kontraktor belum Bayar Upah
SEMENTARA itu, Ramses (23) salah seorang buruh bangunan jembatan, mangaku upah kerja belum ia bersama pekerja lainnya sekitar Rp 30-an juta lagi belum dibayarkan oleh kontraktor. Pihak kontraktor, lanjutnya, selalu berjanji kalau upah mereka akan segera dibayar. Akan tetapi, setelah sekian lama ditunggu janji kontraktor itu tidak ditepati.

“Sampai saat ini belum dibayar upah kami dan kontraktornya tidak lagi di Simeulue, sebab yang mengerjakan jembatan perusahaannya dari luar Simeulue,” keluh Ramses, yang mangaku berasal dari Sumatera Utara dan sudah delapan bulan berada di Simeulue.

Para pekerja jembatan itu berharap supaya upah mereka segera dilunasi oleh kontraktor. Dan, tidak hengkang begitu saja dari Simeulue sementara hak-hak pekerja tidak dibayarkan. “Hal ini tetap diusut supaya tidak terjadi lagi ke depan,” demikian Parluatan Siregar, yang turut  didampingi Kasat Reskrim Iptu Miswar.(c48)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved