Rabu, 10 Juni 2026

RSUZA Siapkan 32 Ahli Jantung

Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) menyiapkan 32 tenaga medis untuk pengembangan pusat jantung terpadu. Ke 32 paramedis

Tayang:
Editor: bakri
* Juni Pelatihan ke India

BANDA ACEH - Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) menyiapkan 32 tenaga medis untuk pengembangan pusat jantung terpadu. Ke 32 paramedis tersebut terdiri atas 11 dokter dan 21 perawat yang akan mengikuti training selama enam bulan ke India dan Malaysia.

“Pada awal Juni nanti 22 orang bertolak ke Narayana Hrudayalaya Hospitals Bengalore-India sedangkan 10 orang dikirim ke Institut Jantung Nasional (IJN) Kuala Lumpur-Malaysia,” ujar Direktur RSUZA, dr Syahrul Sp.S (K) kepada Serambi, Selasa (30/4).

Menurutnya, para dokter terdiri atas dokter bedah jantung, anestesi, dan spesialis anak serta perawat yang nantinya ditempatkan di poliklinik, rawat inap, ICU dewasa, ICU anak, dan tindakan bedah. Ia menjelaskan, biaya selama training bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh-Perubahan (APBA-P) sekitar 8,5 miliar. Anggaran tersebut guna membiayai visa, izin dari konsil, bahan pelatihan, IT, CME, supporting training, seminar, workshop, akomodasi, transportasi, biaya hidup, dan supporting. Atas izin gubernur, kata Syahrul untuk tahap awal yaitu Mei-Juli RSUZA melalui dana BLU memberi talangan sementara sekitar 2,5-3 miliar.

Sementara itu dana renovasi kamar bedah jantung dan perlengkapannya sudah ditenderkan melalui Lelang Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Syahrul menyebutkan biaya proyek fisik tersebut juga bersumber dari APBA-P dengan rincian: paket renovasi kamar bedah jantung Rp 1,1 miliar, angiografie set Rp15 miliar, hybrid operation room for cardiac surgery Rp11 miliar, dan alat-alat bedah jantung Rp 9 miliar. “Kami menargetkan proyek fisik tersebut rampung pada Oktober mendatang,” katanya. (nr)

Turunkan Angka Kematian
Latar belakang dibukanya pelayanan jantung terpadu, menurut Syharul mengingat tingginya penderita jantung yang ditangani RSUZA sepanjang satu dekade terakhir. Penderita terbanyak adalah dewasa (70 persen) dan selebihnya adalah anak-anak (30 persen).

Ia menjelaskan pada kasus anak-anak yang baru lahir disebabkan faktor bawaan yang membutuhkan penanganan segera yaitu 2x24 jam. Sementara pada orang dewasa dipicu oleh pola makan dan gaya hidup tak sehat yaitu banyak mengonsumsi makanan siap saji (fast food) dan kurang berolahraga. “Pusat terpadu jantung ini dimaksudkan untuk menurunkan angka kematian dan menurunkan angka kesakitan,” pungkasnya. (nr)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved