A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Wagub Promosikan Aceh di Abu Dhabi - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Serambi Indonesia

Wagub Promosikan Aceh di Abu Dhabi

Rabu, 1 Mei 2013 08:40 WIB
BANDA ACEH - Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Muzakir Manaf mempromosikan potensi investasi di Aceh kepada para pengusaha Arab yang hadir pada acara Indonesia Business Luncheon di Hotel Ritz Carlton, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin (29/4).

Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh, Ir Iskandar MSc melalui surat elektronik (email)-nya kepada Serambi, Selasa (30/4) menyebutkan, Indonesia Business Luncheon itu dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Salman Al-Farisi, Deputi Promosi BKPM, Abu Dhabi Departement of Economic Development (ADDED), dan para pengusaha Arab yang tergabung dalam Arab Business Club (ABC).

Pada kesempatan itu, Wagub Aceh meyakinkan dunia usaha pada level internasional tentang kondisi faktual dan teraktual Aceh yang sangat terbuka dan ramah terhadap investasi.

Diutarakan juga tentang imej baru Aceh yang sangat positif pascalahirnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh sebagai langkah awal pembangunan Aceh secara komprehensif.

Wagub Muzakir Manaf mengatakan, dalam rangka percepatan investasi sesuai dengan target yang telah ditentukan, Pemerintah Aceh akan fokus pada beberapa langkah penting, yaitu menghadirkan perangkat hukum yang bisa menjamin keamanan, kenyamanan, dan percepatan izin investasi.

Langkah strategis lainnya adalah mempromosikan potensi dan rencana detail penanaman modal yang dibarengi dengan peningkatan kemampuan aparatur birokrasi agar memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam pelayanan di bidang investasi.

Dalam kesempatan itu, Wagub Muzakir Manaf juga menyampaikan bahwa sejak ratusan tahun silam Aceh sudah menjalin hubungan dagang dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah. Terutama karena secara historis, Selat Malaka sebagai poros perdagangan dunia merupakan daerah teritorial Aceh. Selain itu, Aceh memiliki hubungan emosional yang sangat kuat dengan Jazirah Arab.

“Pasca-MoU Helsinki yang sangat bersejarah, Aceh telah bangkit dan siap untuk mengukir dan mengulang kembali kegemilangan masa lampau. Kini Aceh sangat membuka diri pada semua pihak, terutama investor kawasan timur tengah untuk dapat memanfaatkan dan mengoptimalkan potensi yang ada di Aceh,” papar Muzakir Manaf seperti dikutip dalam email yang dikirim Junaidi Djalil, Kasubbid Kerja Sama Badan Investasi dan Promosi Aceh.

Pemaparan Wagub Muzakir Manaf ini diperkuat oleh penjelasan Badan Investasi dan Promosi Aceh, Iskandar yang tampil pada sesi siang harinya. Iskandar secara atraktif membawakan materi berjudul “Why Invest in Aceh and Invest in Amazing Aceh?”

Iskandar menyatakan, ada beberapa keunggulan investasi di Aceh yang tidak dimiliki oleh provinsi mana pun di Indonesia. Antara lain, letak geografis Aceh yang strategis, di depan mulut India dan Cina, juga karena Aceh memiliki regulasi Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, UU Nomor 37 Tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang, dan Perpres Nomor 11 Tahun 2010 tentang Kerja Sama Pemerintah Aceh dengan Lembaga atau Badan di Luar Negeri, yang memberikan kewenangan bagi Pemerintah Aceh mengundang langsung investasi asing (foreign direct investment).

“Dengan kemudahan investasi bagi pihak asing, Pemerintah Aceh menyiapkan lahan untuk investasi, pembangunan infrastruktur, dan percepatan proses perizinan,” kata Iskandar.

Mantan kepala Bappeda Aceh itu juga memaparkan tentang peluang investasi di Aceh, seperti agroindustri (kopi, cokelat, karet, kelapa sawit, nilam, jagung, hortikultura organik, perikanan, peternakan, dan pabrik susu), kemudian energi dan infrastuktur, Kawasan Industri Aceh (KIA), serta Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Sabang.

“Dalam forum tanya jawab, para pengusaha Uni Emirat Arab menyatakan keinginannya untuk menjajaki lebih lanjut kemungkinan berinvestasi di Aceh. Mereka juga menyatakan akan berkunjung ke Aceh dalam waktu dekat,” tulis Iskandar dalam surat elektroniknya kepada Serambi kemarin. (nal)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
185453 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas