Citizen Reporter
Mengubah Hal Biasa Menjadi Luar Biasa
ALHAMDULILLAH, aku lulus dalam program pertukaran pelajar ke luar negeri, tepatnya ke “Negeri Ginseng”, Jeju, Korea Selatan (Korsel)
OLEH DEWI KARLINA BATUBARA, mahasiswi Fakultas Pertanian Unsyiah, peserta Pertukaran Pelajar ke Jeju National University, Korsel, melaporkan dari Jeju
ALHAMDULILLAH, aku lulus dalam program pertukaran pelajar ke luar negeri, tepatnya ke “Negeri Ginseng”, Jeju, Korea Selatan (Korsel). Negeri yang banyak digemari oleh pencinta K-pop, negeri yang menjadi tujuan wisata para pelancong dari seluruh dunia akhir-akhir ini.
Jeju merupakan pulau yang memiliki keindahan alam dan kebudayaan yang unik. Letaknya di sebelah selatan Semenanjung Korea yang berlimpah dalam tiga hal, yaitu bebatuan, wanita, dan angin. Sehingga tidak salah pulau ini menjadi tujuan wisata para pelancong dari berbagai pejuru dunia.
Minggu ini tepat sebulan 25 hari aku berada di pulau ini dari seharusnya satu tahun. Selama berada di sini aku banyak kutemukan hal-hal yang aneh dan berbeda jika dibandingkan dengan kehidupan di kampusku, Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh. Aku begitu kagum pada mahasiswa di sini. Mereka begitu gigih dan giat dalam mempersiapkan ujian tengah semester.
Yang sangat khas di sini, pada setiap akhir pekan perpustakaan di sini begitu ramai dikunjungi sehingga terkadang tak ada bangku kosong yang tersisa. Bahkan ada di antara mereka yang tidur di perpustakaan untuk mempersiapkan ujian tengah semester. Pemandangan seperti ini dimulai pada dua minggu sebelum ujian tengah semester dimulai.
Awalnya aku begitu terpana dengan pemandangan seperti ini. Tapi lama-kelamaan hal ini sudah menjadi biasa bagiku dan pada akhirnya aku juga sering menghabiskan waktu di Perpustakaan Jeju University.
Banyak pelajaran yang kupetik dari berbagai orang yang kutemui di sini. Salah satunya seorang teman Koreaku bernama Minho. Dia memang bukan orang yang begitu cerdas di bangku kuliah, tetapi aku begitu salut pada semangat dan kegigihannya dalam belajar. Jauh sebelum midterm test dimulai dia sudah mempersiapkan diri dengan baik. Dia sering berada di perpustakaan untuk belajar dan terkadang lupa makan dan istirahat. Aku juga sering melihatnya berada di perpustakaan pada akhir pekan. Rasanya tak ada kata lelah bagi dirinya untuk belajar. Aku begitu kagum pada semangat dan kegigihan para mahasiswa di sini, terutama pada temanku Minho. Agak sulit baginya berbahasa asing, tapi dia selalu belajar dan tak pernah malu untuk mencoba, hingga suatu ketika dia pernah berkata padaku, “Masa muda itu adalah masa yang ranum bagi persahabatan yang heboh, fun, dan penuh harapan besar bagi masa depan. Tapi, masa itu juga rawan persaingan yang tidak sehat, yang suka mencemooh dan merendahkan sesama anak muda. Oleh karena itu, jangan pernah sia-siakan masa muda kita untuk hal yang tidak ada gunanya. Kita ini memang orang biasa, tapi ubahlah diri kita menjadi luar biasa.”
Pandangan seperti ini sangat jarang kutemukan di Aceh, lebih tepatnya lagi di kampusku. Aku harap kelak nilai-nilai positif dan semangat belajar yang kuperolah dari berbagai temanku di Jeju ini bisa menjadi inspirasi bagi orang-orang di lingkungan kampusku di Aceh nantinya. Semoga pengalaman kecilku ini bisa menjadi inspirasi dan semangat bagi orang yang membacanya. Jangan pernah takut untuk bermimpi kawan. Meski terlahir dalam keluarga sederhana, ibuku seorang guru dan ayahku hanya seorang sopir truk, tapi saya mempunyai mimpi besar. Salah satu dari mimpi saya, dibiayai pemerintah untuk menimba ilmu di Korea Selatan, kini sudah jadi kenyataan.
Nah, bagi teman-teman lainnya, kejar segera mimpimu. Jika kau tak mampu meraihnya kelak, setidaknya kau telah merasakan manisnya mimpi. Seperti kata teman Koreaku, Minho: Kita memang terlahir menjadi orang biasa, tapi ubahlah itu menjadi luar biasa.
[email penulis: dewikarlinabb@hotmail.com]
* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com