Selasa, 23 Desember 2014
Serambi Indonesia

Polisi Rekonstruksi Suami Gorok Istri

Kamis, 2 Mei 2013 10:32 WIB

Polisi Rekonstruksi Suami Gorok Istri
SERAMBI/MAHYADI
Tersangka Sulaiman Ginting membacok istrinya Evi Junita BR Sembiring (diperankan model), dalam rekontruksi kasus suami gorok istri di Kampung Bahgie Bertona, Pondok Baru, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (1/5). Dalam reka ulang itu dilakukan 16 peragaan.
* Ratusan Warga Ikut Saksikan

REDELONG - Polres Bener Meriah menggelar rekontruksi (reka ulang) kasus suami gorok leher istri di Kampung Bahgie Bertona, Pondok Baru, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah. Dalam reka ulang itu, ditampilkan 16 adegan, mulai dari pemicu sampai pembunuhan yang ikut disaksikan ratusan warga Kampung Bahgie Bertona, Rabu (1/5).

Dalam proses rekontruksi terungkap, tersangka Sulaiman Ginting (40) nekad menggorok istrinya, Evi Junita BR Sembiring dengan parang seusai pertengkaran hebat. Korban Evi sempat menantang tersangka dengan pisau dapur, sebelum dihabisi oleh suaminya sendiri.

Ketika tersangka mengeksekusi istrinya di depan toko pupuk UD Yogi Tani Subur miliknya, sempat disaksikan dua warga setempat. Tersangka langsung melarikan diri meninggalkan istrinya yang terkapar bersimbah darah di depan tokonya sendiri bersama parang yang tidak jauh dari tubuh korban.

“Kalau pulang, istri saya selalu marah-marah dan sebelum kejadian, istri saya mengancam dengan pisau yang membuat saya emosi,” kata tersangka di sela-sela reka ulang. Proses rekonstruksi dikawal ketat sejumlah aparat polisi, didampingi kuasa hukum tersangka dan dari Kejaksaan Negeri setempat, berlangsung lancar.

Bahkan adegan yang ditunjukkan tersangka, telah sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pihak kepolisian. Hanya saja terungkap bahwa korban sempat menantang tersangka beberapa saat sebelum pembunuhan itu terjadi. Dari 16 adegan dalam reka ulang yang memakan waktu hingga dua jam itu, diawali dari perbincangan antara tersangka dengan korban. Tersangka Sulaiman Ginting, awalnya bertanya kepada korban istrinya, Evi Junita, soal keberadaan anaknya.

Namun pertanyaan tersangka tak dijawab oleh korban yang ketika itu sedang merias rambut di depan toko pupuk miliknya. Tak lama kemudian, keributan semakin tak terkendali. Tersangka juga baru mengantarkan sebilah parang untuk disepuh di pandai besi yang tidak jauh dari rumahnya, tetapi tidak jadi.

Saat hendak berangkat ke kebun, korban sempat meneriaki tersangka dengan kalimat bernada pedas dan tersangka yang sudah melaju dengan sepeda motor jenis CB, langsung berhenti dan menghampiri korban. Adu mulut antara keduanya tak terhindarkan sehingga akhirnya parang yang terselip di pinggang Sulaiman Ginting, melayang ke leher istrinya Evi Junita BR Sembiring.

Terkena tembasan parang, korban tersungkur ke lantai dengan bersimbah darah hingga tewas di tempat. Pasca kejadian 24 Maret 2013 itu, tersangka sempat melarikan diri ke Medan, Sumatera Utara. Namun pada 5 April 2013, tersangka diantar pihak keluarga untuk menyerahkan diri ke Mapolres Bener Meriah.

“Dengan selesainya rekonstruski, kasus pembunuhan ini, akan kami serahkan ke pihak kejaksaan. Sedangkan selama berlangsung reka ulang, tidak ditemui fakta baru yang berarti dan semua sudah sesuai dengan BAP pihak kepolisian,” kata Kapolres Bener Meriah, AKBP Cahyo Hutomo melalui Kasat Reskrimnya, Iptu Mahliadi ST di lokasi rekonstruksi.(c35)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas