Gol Martunis Dianulir
PSSB Bireuen harus mengakui keunggulan tuan rumah PSIS Semarang dengan skor 0-2, dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Prima
BIREUEN – PSSB Bireuen harus mengakui keunggulan tuan rumah PSIS Semarang dengan skor 0-2, dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) di Stadion Jati Diri, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (2/5) petang.
Tapi, kekalahan ‘Laskar Kota Juang’—julukan PSSB Bireuen--ditengarai tak lepas akibat buruknya kepemimpinan wasit Sarifuddin dari Bandung. Betapa tidak, sebuah gol balasan PSSB melalui kaki Martunis BA di menit ke-60, dianulir wasit dengan alasan gelandang degil Kota Juang itu dianggap sudah berada dalam posisi off-side. Padahal, jika gol tersebut disahkan, bukan mustahil PSSB dapat bangkit untuk memaksa hasil imbang 2-2 sekaligus meraup satu poin tandang.
Tampil di hadapan ribuan ‘Panser Biru’--julukan suporter PSIS--anak-anak Kota Juang tidak gentar dan patah semangat. Justru sebaliknya, Heri Fahrial cs mampu bermain lepas, bahkan dapat mengimbangi permainan tuan rumah. Meski begitu, Rahmad Maulana dkk sempat terhenyak ketika PSIS sukses membuka keunggulan melalui hentakan bomber andalannya, Amancio Fortes di menit ke-10.
Belum hilang keterkejutan oleh gol cepat Fortes, tim besutan duet pelatih Iswandi Jangka dan Bakhtiar Djuli ini kembali dihukum oleh wasit Sarifuddin. Menganggap Zainal Zikri melakukan pelanggaran terhadap pemain PSIS di kotak terlarang, sang pengadil lapangan hijau asal Bandung tersebut secara spontan menunjuk titik putih.
Meski mendapat protes dari anak-anak Bireuen, wasit tetap kukuh dengan keputusannya. Vitor Borges yang maju sebagai eksekutor berhasil memperdaya Supriadi untuk membawa ‘Laskar Mahesa Jenar’--julukan PSIS--memimpin 2-0 di menit ke-19.
Ketinggalan dua gol dalam tempo 20 menit memang cukup memukul mental punggawa PSSB. Meski begitu, Zulfiandi Cole dan Novanda dkk tak patah arang. Mereka tetap bersemangat mengejar ketinggalan. Permainan cepat dan berani memegang bola yang diperagakan anak asuhan Bachtiar Juli-Iswandi Jangka, mampu merepotkan pertahanan tuan rumah. Namun, hingga turun minum kedudukan tetap tidak berubah.
Memasuki babak kedua, para punggawa dari Kota Juang terus bangkit untuk memperkecil kekalahannya. Kecuali itu, Royani cs kian termotivasi karena mendapat dukungan langsung Bupati Bireuen H Ruslan Daud dan Ketua Umum PSSB Mukhlis Cut Hasan yang hadir di Stadion Jati Diri Semarang.
Asa sempat terbit tatkala Martunis bisa menjebol gawang tuan rumah di menit ke-60. Tapi, apa hendak dikata, gol yang semestinya jadi tonggak kebangkitan ‘Laskar Kota Juang’ tersebut dianulir wasit dengan alasan Martunis berada dalam posisi offside. Pupuslah harapan PSSB untuk mencuri angka di Jati Diri karena sampai pluit panjang, skor 2-0 untuk kemenangan PSIS tak lagi berubah.
Usai menantang PSIS Semarang, PSSB kembali akan melakoni partai tandang saat dijamu Persikab Kabupaten Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Minggu (5/5) lusa.(c38)
Kurang Beruntung
ANAK-anak sudah tampil maksimal dan sangat bersemangat. Namun kita kurang beruntung, Selain akibat dikerjain wasit, sejumlah peluang yang diperoleh anak-anak juga berakhir sia-sia akibat terburu-buru dalam mencetak gol. Namun kami sangat puas atas perjuangan anak-anak hari ini.
* Iswandi Jangka, Pelatih PSSB Bireuen.(c38)