Tafakur
Hawa Nafsu
Sesungguhnya yang paling aku kuatirkan pada kalian adalah dua hal, yaitu taat pada hawa nafsu dan angan-angan panjang
“Sesungguhnya yang paling aku kuatirkan pada kalian adalah dua hal, yaitu taat pada hawa nafsu dan angan-angan panjang” (Ali bin Abi Thalib r.a.).
Yang tidak pernah tua pada manusia di dunia ini adalah hawa nafsu. Buktinya sampai detik ini, masih kerap terdengar orang-orang yang sudah tua umurnya terlibat dalam sejumlah kemungkaran, seperti korupsi, suap, dan sejenisnya, meskipun banyak di antaranya disebut terhormat. Itu maknanya bahwa hawa nafsu senantiasa muda dan bergairah, meskipun bersemayam pada orang tua.
Padahal sejatinya, semakin tua seseorang, semakin bijak dalam bersikap dan berbuat. Pasalnya, orang tua telah melalui hidup dalam jangka waktu lama, sehingga sudah banyak belajar pada kesalahan dirinya di masa lampau atau kesalahan-kesalahan orang lain. Juga, semakin tua seseorang, seharusnya semakin sadar bahwa hidupnya tak lama lagi di dunia ini, sehingga semakin membersihkan diri dari dosa. Bahkan, kebijaksanaannya seharusnya menjadi petuah bagi orang-orang yang muda, sehingga tidak menyesal di hari tua kelak.
Namun demikian, kemungkaran yang dilakukan orang-orang tua juga suatu pelajaran berharga. Yaitu, pelajaran tentang betapa sulitnya seseorang manusia yang sudah dikuasai hawa nafsu untuk kembali ke jalan yang benar, kalau sudah terlalu sering mengabaikan dosanya semasa hidupnya, terutama di masa mudanya. Umumnya, orang-orang yang sudah istiqamah di jalan yang benar adalah orang-orang yang berjihad menuju jalan Allah sedini mungkin. Dari itu, tidak sepatutnya menunggu masanya untuk bertaubat.