Sabtu, 20 Desember 2014
Serambi Indonesia

Isu Sabu dalam Kasus Cekgu belum Final

Jumat, 3 Mei 2013 10:17 WIB

MEULABOH - Kapolda Aceh, Irjen Pol Herman Effendi mengisyaratkan, kepolisian belum sepenuhnya percaya pada pengakuan dua tersangka yang diduga membunuh TM Zainal Abidin alias Cekgu (35), kader Partai Nasional Aceh (PNA) Pidie, bahwa pembunuhan itu semata-mata karena terkait bisnis sabu-sabu.

“Intinya, dugaan keterlibatan sabu-sabu ini sifatnya masih sementara, sambil menunggu fakta dan bukti selanjutnya,” kata Kapolda menjawab Serambi di Meulaboh, Aceh Barat, Kamis (2/5).

Menurut Kapolda, kedua tersangka, yakni Munir (33), warga Bungie, Kecamatan Simpang Tiga dan Khairul Anshari (34), warga Gampong Didoh, Kecamatan Muara Timur, tetap ngotot dalam pengakuannya bahwa alasan mereka membunuh korban semata-mata karena persoalan sabu-sabu, tidak ada hubungannya dengan politik.

“Dugaan pembunuhan terkait sabu-sabu ini pun berdasarkan keterangan sementara yang diperoleh polisi dari para tersangka, bukan karangan polisi,” tegas Kapolda Aceh didampingi Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Gustav Leo.

Hal itu ditegaskan Kapolda untuk menjawab keraguan sejumlah pihak, termasuk adik kandung korban yang tidak percaya bahwa kematian abangnya itu akibat bisnis sabu-sabu sebagaimana dilansir polisi berdasarkan pengakuan kedua tersangka.

“Kami masih belum berani memastikan bahwa kematian Cekgu itu erat kaitannya dengan unsur politik, karena bukti ke arah itu sampai saat ini belum ditemukan secara pasti. Kecuali nanti ditemukan bukti terbaru dalam penyelidikan yang kami lakukan,” ujar Kapolda.

Kecuali hanya menyatakan sabu-sabu sebagai faktor dominan yang melatarbelakangi pembunuhan itu, kedua tersangka lebih memilih bungkam. “Keduanya sampai saat ini masih bungkam dan belum banyak memberikan keterangan ketika diperiksa polisi, terkait kasus ini,” ujar Kapolda.

Meski demikian, kata Kapolda, pihaknya tetap melakukan penyelidikan secara mendalam dengan mencari sejumlah bukti dan keterangan dari para saksi.

Kapolda Herman Effendi menambahkan, penetapan Khairul dan Munir selaku tersangka pembunuhan Cekgu, selain karena pengakuan tersangka ikut menghabisi korban, juga didasarkan pada temuan bukti berupa uang tunai sebesar Rp 9,8 juta, sepucuk pistol buatan Cina, bong sabu-sabu, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Namun, penyelidikan terhadap kasus ini agak terkendala, karena kedua tersangka masih bungkam dan belum banyak memberikan keterangan yang dibutuhkan polisi. (edi)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas