Kualitas Guru di Aceh Masih Rendah
Perbaikan mutu pendidikan Aceh ke depan harus dimulai dengan perbaikan mutu guru
Hal itu dikemukakan Kadis Pendidikan Aceh, Anas M Adam seusai menghadiri upacara Hardiknas, Kamis, (2/5) di Banda Aceh yang dimpimpin inspektur upacara Kajati Aceh, TM Syahrial. Karena itu, katanya, Pemerintah Aceh ke depan akan lebih fokus pada upaya-upaya peningkatan mutu guru.
Menurut Anas, ada beberapa sebab kualitas guru Aceh rendah. Salah satu kendalanya, banyak guru terbaik yang ada meninggal saat terjadi tsunami, delapan tahun silam. Dan sebagian guru baru yang saat ini tersebar di sekolah-sekolah, diangkat dari hasil pemutihan setelah lama mereka mengabdi dan bukan hasil seleksi yang dijaring seperti pengangkatan guru tahun-tahun sebelumnya.
Untuk mengatasi itu, katanya, mulai tahun anggaran 2014, pihaknya akan berusaha mensejajarkan kemampuan guru dengan memperbanyak pelatihan baik yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Aceh lewat Pusat Pengembangan Mutu Guru (PPMG), atau lewat Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Aceh, dan juga lewat Musyawarah guru mata pelajaran (MGMP).
Peringatan Hardiknas tingkat Provinsi berlangsung di Blangpadang Banda Aceh dan Kajati Aceh, TM Syahrizal yang menjadi inspektur upacara membacakan amanat tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhammad Nuh. Hadir pada Peringatan Hardiknas di Blangpadang, Sekda Aceh T Setia Budi, unsur Muspida Aceh, Walikota Mawardy Nurdin, para kepala sekolah, guru dan siswa dari berbagai sekolah di Banda Aceh.(sir)