Kamis, 2 April 2015

Penembak Cekgu Negatif Sabu

Sabtu, 4 Mei 2013 14:34

SIGLI - Dua tersangka pembunuh T Muhammad Zainal Abidin (30) alias Cekgu, kader Partai Nasional Aceh (PNA) Pidie berhasil dites urine mereka dan salah seorangnya, yaitu Munir (33) positif mengonsumsi sabu sedangkan rekannya, Khairul Anshari (34) negatif. Jika mengacu pada kronologis kasus yang dibeberkan Kapolres Pidie sebelumnya, Khairul adalah pelaku yang menembak Cekgu hingga tewas.  

Tes urine terhadap Munir dan Khairul sempat terkendala karena keduanya dilaporkan mogok kencing sejak hari pertama ditangkap. Aksi mogok kencing kedua tersangka itu dibenarkan Kapolda Aceh Irjen Pol Herman Effendi yang ditemui Serambi di Nagan Raya, Jumat (3/5). “Mereka tak mau buang air kecil selama menjalani pemeriksaan,” kata Irjen Pol Herman Effendi didampingi Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Gustav Leo.

Dari Sigli diterima laporan terbaru menyangkut pemeriksaan tersangka Munir dan Khairul. Meski polisi belum mampu mengungkap motif pembunuhan Cekgu karena kedua tersangka masih sering ngawur dan bungkam saat diperiksa, tetapi pada Jumat kemarin tes urine sudah berhasil dilakukan.

“Motifnya kami belum tahu karena tersangka Munir dan Khairul Ansari masih ngawur atau tidak jelas dalam memberikan keterangan. Munir masih ketergantungan sabu dan hasil tes urine Munir positif sabu. Sementara Khairul Ansari negatif,” ungkap Kapolres Pidie, AKBP Dumadi, kepada wartawan termasuk Serambi menjawab pertanyaan seputar perkembangan pemeriksaan kasus Cekgu di Mapolres Pidie, Jumat (3/5).

Menurut Kapolres Pidie, kedua tersangka dalam memberikan keterangan kepada penyidik terkesan pasang badan atau buang badan. Keterangan kedua tersangka berbeda-beda sehingga polisi susah mengorek keterangan yang sebenarnya.

Dalam penilaian Kapolres Pidie, tidak terlalu penting meminta keterangan dari Munir dan Khairul. Polisi akan lebih fokus pada penggalian data dan fakta di lapangan untuk mengungkap motif pembunuhan korban. “Saya tidak mau berspekulasi mengenai motif. Saat ini kasus tersebut masih berkaitan dengan sabu. Motif sabu masih dugaan sementara. Karena ke depan bisa saja mengarah kepada motif lain,” kata AKBP Dumadi.

Dumadi mengatakan sah-sah saja jika ada anggapan dari luar bahwa polisi tertutup menangani masalah ini atau lainnya. Tapi, katanya, polisi berkomitmen untuk mengungkap kasus tewasnya kader PNA Pidie dari bawah sampai ke atas. Hanya saja sekarang polisi butuh waktu dalam mengungkapkan kasus tersebut, apalagi kemungkinan pelakunya bisa bertambah. “Tunggu saja kami akan membuka kasus itu sampai ke  akar-akarnya. Siapa yang salah akan kita seret ke hukum,” tandasnya.

Halaman1234
Editor: hasyim
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas